• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Rektor Perguruan Tinggi Surabaya dan Madura minta BEM tidak terprovokasi jelang pengumuman hasil Pemilu 2019

May 20, 2019

 

Sby,MercuryFM - Rektor Se- Surabaya dan Madura serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII menghimbau agar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tidak terprovokasi. Jelang pengumuman hasil Pemilu 2019 yang secara resmi akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang,

 

Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Moh Nasih mengungkapkan menjelang pengumuman 22 Mei tensi politik di Indonesia kian memanas. Untuk itu sebagai akademisi, rektor PTN, PTS Se- Surabaya dan Madura serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII mendeklarasikan diri untuk ikut menjaga situasi kondusif di lingkungan kampusnya.

 

“Kami mendorong BEM agar melakukan aktivitas secara ilmiah, bukannya irrasional. Kalau hanya menunjukkan rasanya tidak ada masalah, bisa ditunjukkan secara objektif tanpa turun ke jalan,”urai Prof Nasih didampingi rektor-rektor lain, Senin (20/5/2019).

 

Prof Nasih menambahkan BEM bisa menyalurkan aspirasinya sepanjang tidak melanggar undang-undang dan peraturan yang ada. Apalagi BEM se-Indonesia menurutnya sudah melakukan kongres dan menyatakan ikut menjaga situasi pasca pemilu agar kondusif.

 

“Kami tidak mendorong mahasiswa ke Jakarta, ide dan bukti bisa disampaikan secara musyawarah. Dan argumentasi yang tidak memaksakan kehendak,” ujar Prof Nasih.

 

Selain itu, para rektor berharap pasca pemilu ini semua komponen bangsa, baik yang berbeda golongan, pilihan presiden dan lainnya bisa kembali bangkit dan bersatu mengejar ketertinggalan Indonesia. 

 

“Saya rasa turun ke jalan bukan cara mahasiswa era milenial dan 4.0,” pungkasnya.

 

Sementara itu Wakil Rektor III Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim, Sutiyono mengungkapkan kampusnya sebagai PTS yang ada di Surabaya ingin ikut mendeklarasikan situasi pemilu yang damai. Apalagi UPN juga menjadi sorotan masyarakat sebagai kampus bela negara.

 

“Mahasiswa UPN saat ini cukup kondusif, apalagi saat ini pekan UAS. Kali ini belum ada izin tertentu untuk rombongan BEM berangkat ke Jakarta. Kalau secara individu tanpa izin perguruan tinggi,” ujarnya.

 

Namun, pihak UPN mengungkapkan akan menolak perizinan mahasiswa yang membawa atribut kampus untuk ke Jakarta. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload