• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

GO-JEK sudah berkontribusi Rp 2,2 triliun untuk perekonomian di wilayah Surabaya

May 24, 2019

 Sby, MercuryFM - Semenjak awal beroperasi sampai detik ini aplikasi layanan penyedia jasa yang terintegrasi teknologi, GOJEK sudah berkontribusi dalam perekonomian wilayah Surabaya sebesar Rp2,2 triliun. Dan hal ini berdasarkan hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang dilakukan sepanjang 2018. Dalam hasil riset tersebut ditunjukkan, perhitungan kontribusi ekonomi berasal dari selisih pendapatan mitra dari 4 layanan GOJEK, yakni GO-RIDE, GO-CAR, GO-FOOD, dan GO-LIFE.

 

Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi Walandouw menjelaskan, dari 4 layanan yang disediakan GOJEK, layanan GO-FOOD menunjukkan peningkatan paling tinggi di antara 3 layanan lainnya. Angka kontribusi ekonomi mitra GOJEK dari layanan GO-FOODterhadap   perekonomian Surabaya sebesar Rp1,6 triliun. Angka ini mengalami peningkatan 8 kali lipat dibandingkan 2017, terutama wilayah yang terkenal dengan masakan rawon dan soto.

 

"Faktor pertumbuhan kontribusi mitra UMKM GO-FOOD ini disebabkan optimalisasi fitur teknologi GOJEK dan GO-FOOD yang semakin gencar digunakan para mitra UMKM," kata Paksi Walandouw saat media conference di Surabaya, Jumat (24/5/2019).

 

Paksi menjelaskan biasanya sebulan, rata-rata peningkatan pendapatan (omzet) yang diperoleh per mitra UMKM GO-FOOD mencapai Rp6,4 juta atau 98 persen dari total mitra UMKM. Ini lebih tinggi dibandingkan GO-CAR sebesar Rp5,8 juta. Kemudian, GO-LIFE Rp4 juta dan GO-RIDERp3,1 juta.

 

"Artinya di era disrupsi teknologi atau industri teknologi 4.0, teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya ekonomi daerah," jelasnya.

 

Lebih lanjut, Paksi menyebut GOJEK sebagai pemain utama industri teknologi telah menunjukkan bagaimana inovasi teknologinya bisa memperluas peluang penghasilan bagi masyarakat dari berbagai latarbelakang pendidikan serta usia. "Dalam penelitian ini, beberapa temuan seperti 81 persen mitra UMKM menyatakan mereka kali pertama go-online saat gabung GO-FOOD," tegasnya.

 

 

 Selain itu, Paksi menambahkan  GOJEK juga mendorong gerakan nasional non-tunai. Sebab, 68 persen mitra UMKM kali pertama menerima pembayaran non-tunai saat gabung dengan GO-FOOD. "GOJEK ini menjadi pintu masuk UMKM Surabaya ke ekonomi digital," tambahnya

.

Temuan menarik lainnya, Paksi mengatakan, layanan GO-LIFEmemiliki potensi tinggi seperti halnya layanan GO-FOOD. Sebab, para mitra di layanan ini mengalami kenaikan pendapatan mencapai 80 persen dibandingkan pendapatan sebelum gabung dengan GOJEK.

 

"Nah, di layanan GO-LIFE ini sebesar 70 persen mitranya adalah perempuan. Kenaikan pendapatan yang sangat signifikan ini dapat membantu para mitra perempuan," paparnya.

 

Selebihnya, lanjut Paksi, peningkatan pendapatam mitra GO-LIFEjuga berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga. "Misalnya, dalam riset ditunjukkan pendapatan mitra perempuan GO-LIDE paling banyak dialokasikan untuk biaya pendidikan anak," pungkasnya.(Dani)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive