• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Dilarang, Wagub Emil Dardak tetap datangi haul Kyai ternama di Madura meski tanpa pengawalan

May 24, 2019

 

Sby,MercuryFM - (PAMEKASAN) Sosok seorang Santri benar benar ditunjukkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, meski ada larangan untuk tidak memasuki Madura karena kondisi masih memanas paska demo menolak hasil Pemilu di Jakarta serta pembakaran salah satu Mapolsek di Kabupaten Sampang. Mantan Bupati Trenggalek ini tetap menghadiri haul RKH Abdul Hamid bin Itsbat di Banyuanyar, Pamekasan, Kamis (23/5/2019). 

 

Wagub Emil Dardak yang tiap tahun selalu hadir dalam haul RKH. Abdul Hamid bin Itsbat ini bahkan hadir tak seperti biasanya. Ia hadir tanpa pengawalan sesuai SOP pejabat negara. 

 

Hal ini dikarenakan Emil Dardak memang direkomendasikan oleh Polda Jawa Timur untuk tidak masuk wilayah Madura mengingat kondisi Madura berstatus siaga 1 menyusul terjadi kerusuhan amuk massa di Pamekasan dan Sampang. 

 

Karena tetap ngotot dan bersikeras untuk hadir dalam acara haul, akhirnya pihak Polda tidak berani memberikan pengawalan.

 

“Sebenarnya saya dapat masukan agar tidak masuk wilayah Madura yang berstatus siaga 1 karena ini undangan kyai sepuh sebagai seorang santri dan pemimpin Jatim maka wajib untuk saya hadir dalam haul ini, makanya saya tadi langsung berangkat,” katanya di tengah-tengah para kiai.

 

Kehadiran wagub termuda ini langsung disambut ribuan hadirin dan para kiai-kiai Madura terutama KH. Muhammad Rofii Baidhowi, ulama kharismatik pengasuh Pesantren Al-Hamidy, Banyuanyar, Pamekasan.

 

Duduk bersila Emil Dardak bersama RKH. Muhammad Rofii Baidhowi terlihat gayeng mengobrol layaknya santri dan kiai. 

 

“Mas Emil datang ke sini saya senang sekali,” tutur ulama kharismatik itu.

 

Emil Dardak juga berharap pengembangan pembangunan Madura dapat didukung oleh kiai-kiai dan masyarakat dengan membangunan suasana yang sejuk dan kondusif.

 

“Suasana yang sangat sejuk kita rasakan insya Allah kalau komunikasi semakin baik dan semakin lancar. Saya yakin masyarakat di Madura akan menyampaikan pendapat secara kekeluargaan.

 

Kami meyakini bahwa situasi di Pamekasan akan selalu terjaga kalaupun ada riak riak pasti akan segera berlalu dengan doa kita bersama,” tutur sekretaris pria yang juga pembina PW GP Ansor Jatim.

 

 

Kesempatan menghadiri acara ini juga dimanfaatkan oleh Emil Dardak untuk memaparkan progres kepemimpinan Khofifah Emil menjelang 99 hari kerja. Bahkan Emil Dardak juga memohon doa restu dan masukan kepada kiai sepuh untuk pembangunan Madura diantaranya aktifasi pelabuhan lama, pembangunan jalan, pengembangan garam, pengembangan pantura Madura dan menjadikan Rumah Sakit Mohammad Noer sebagai rumah sakit rujukan warga Madura.

 

Wagub juga menambahkan salah satu elemen penting dalam proses pembangunan Madura adalah para kyai-kyai. Atas dasar inilah Emil sangat dekat dan melibatkan para kyai-kyai dalam proses pembangunan Madura.

 

Sementara itu dalam kedatangannya di Madura, selain sowan kepada KH. Muhamad Rofii Baidhowi, Wagun Emil Dardak juga sowan ke kediaman pengasuh PP. Darul Ulum-Banyuanyar, KH.Muhammad Samsul Arifin yang juga sesepuh PPP.

 

Banyak masukan yang diberikan KH.Muhammad Samsul Arifin Wagub. Tak hanya itu Wagub Emil Dardak yang dalam kedatangan ke kediaman KH. Muhammad Samsul Arifin, didampingi langsung oleh putranya KH. Hasbullah Samsul Arifin. Wagub juga meminta doa khusus kepada KH. M. Samsul Arifin,  untuk kepempinan Jawa Timur di bawah Khofifah-Emil. Bahkan di ujung pertemuan, kyai sepuh PPP ini menawarkan bermalam di kediamannya.

 

“Agar lebih akrab, Mas Emil menginap disini saja,” pungkas kyai sepuh PPP ini. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive