• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Jatim akan ajak sinergi pemprop lain untuk bentuk holding Bank Pembangunan Daerah untuk atasi persaingan dengan bank swasta

May 28, 2019

 

Sby,MercuryFM - Memaksimalkan keberadaan Bank Pembangunan Daerah agar siap bersaing dengan perbakan swasta dan perbankan BUMN, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur mewacanakan pembentukan holding Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik beberapa Pemrov di Indonesia. 

 

Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Jatim siap akan hal itu. Saat ini, Pemprov tengah menyiapkan regulasi dengan melakukan perubahan terhadap Perda no 14 tahun 2012 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).  

 

Kata Gubernur, sinergi antar BPD akan membuat kinerja perbankan milik daerah semakin produktif dan siap untuk lakukan kompetisi dengan perbankan swasta yang cukup kompetitif saat ini.

 

"BUMD termasuk BPD seharusnya punya kemampuan daya saing yang lebih tinggi. Kalau sendiri-sendiri, nggak nutut dan akan kalah dengan swasta khususnya. Jadi, BUMD harus bersinergi. Bahkan, sinergitas itu bukan hanya kerjasama dengan sesama BUMD milik pemrov Jatim. Lebih jauh, BUMD Jatim juga bisa bersinergi dengan BUMD milik provinsi yang lain," kata Gubernur Jatim perempuan pertama di Jatim ini, Selasa (28/05/19).

 

Pembentukan holding ini menurut wanita yang juga ketua umum Muslimat NU ini, bisa diawali oleh Pemrov yang memiliki BUMD dengan unit usaha serumpun. 

 

"Misalnya, Jatim punya BPD, Jateng dan Jabar juga demikian. Kalau ini dibuat holding, ini akan kuat," katanya.  

 

Khofifah mencontohkan beberapa unit usaha yang serumpun telah sukses membuat holding. 

 

"Itu akan menjadi 'New Arrival' bagi dunia perbankan di Indonesia. Saat ini kan sudah ada yang sukses dengan menjadi holding, misalnya pupuk dan semen yang telah menjadi holding," jelasnya. 

 

Apabila hal itu bisa terealisasi, kinerja perbankan dinilai akan semakin meningkat. Baik di sektor IT, jasa, layanan, hingga modalnya. 

 

"Pembangunan holding, akan membuat penguatan ekonomi, SDM juga," katanya. 

 

Sebaliknya, tanpa adanya kekuatan holding yang besar, Gubernur menilai BPD akan sulit bersaing dengan bank-bank nasional yang memiliki kekuatan finansial lebih besar. 

 

"Kalau sendiri-sendiri, marketnya juga akan beririsan dengan BRI, BCA, bank himbara dan bank swasta lainnya," katanya. 

 

Nantinya, apabila kerjasama lintas daerah ini bisa dilakukan, tiap pemrov tetap akan diberikan batasan tertentu. Misalnya, yang menyangkut soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

 

"Kerjasama itu bisa dilakukan kecuali hal-hal yang terkait APBD, misalnya gaji ASN," terang mantan Menteri Sosial RI ini 

 

Khofifah menjelaskan bahwa pihaknya telah menawarkan ide ini ke pemprov lain. Utamanya, dengan berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

 

"Sudah dikomunikasikan, kami juga sudah bicara dengan OJK untuk cocok-cocokan. Juga, mulai mensimulasikan BPD Jatim, Jabar, Jateng, DKI, Banten, pasti lebih kuat. Prinsipnya, kita mesti punya daya saing," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive