Sekolah tahan gempa dari warga Surabaya pasca gempa Lombok diresmikan

May 29, 2019

 

Lombok, MercuryFM - Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyerah terimakan sekaligus meresmikan Gedung SDN 1 Obel-obel di Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur pada Selasa 28/05/2019. Acara itu dihadiri dihadiri Bupati  Lombok Timur Sukiman Azmy.

Proses peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy. Serah terima itu pun disaksikan para wali murid dan warga setempat. Wajah anak-anak dan orang tua murid terlihat bahagia, karena akan memiliki sekolah baru yang sangat bagus dan sekaligus tahan gempa. Ditambah lagi oleh hadirnya anak-anak Surabaya yang sengaja datang ke Lombok bersama Walikota untuk memberikan bantuan.

Risma menceritakan, bantuan sekolah itu bermula saat hendak berangkat mengirim bantuan dan relawan ke Lombok. Dia sempat berpesan untuk mencarikan tempat atau sekolahan yang belum pernah disentuh bantuan sama sekali oleh instansi lain. Tak lama kemudian setelah relawan itu datang ke Lombok, menemukan SDN Obel-obel yang kondisinya rusak parah.

“Di Desa Obel-obel ini katanya ada sekolah yang rusak parah dan belum tersentuh bantuan karena jaraknya sangat jauh dari kota, sehingga saya putuskan untuk membantu di sini,” kata Wali Kota Risma dalam sambutannya.

Risma menegaskan, gedung SDN 1 Obel-Obel didesain tahan gempa. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kembali terjadinya gempa di wilayah rawan tersebut. Risma menambahkan gedung sekolah itu menghabiskan anggaran Rp 1,567 miliar.

"Ini anggarannya Rp 1,567 miliar. Kalau di Surabaya ini sudah bisa jadi gedung dua lantai. Tapi karena ini harus diperkuat untuk supaya tahan gempa, makanya harganya agak mahal," ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Menurut Risma awalnya pembangunan ulang gedung itu dianggarkan sebesar Rp 800 juta. Setelah dihitung ulang anggaran yang dibutuhkan lebih besar karena gedung itu rusak parah dan harus dirancang tahan gempa. 

"Awalnya anggarannya Rp 800 juta sama mebelnya. Ternyata setelah dihitung ulang, habisnya Rp 1,5 miliar lebih, karena supaya tahan gempa. Itu pun belum sama mebelnya. Insya Allah nanti kita carikan untuk mebelnya," kata Risma.

Risma menjelaskan kalau bantuan itu juga berasal dari uang saku anak-anak sekolah di Surabaya. "Bantuan dari mereka nilainya memang tidak seberapa. Tapi yang penting semangat mereka yang ikhlas untuk membantu" tambah Risma.

Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, mengucapkan terimakasih kepada warga Surabaya dan jajaran Pemkot Surabaya atas bantuan tersebut. Sukiman menyatakan, Surabaya menjadi salah satu di antara daerah yang paling banyak memberikan bantuan kepada masyarakat Lombok Timur.

"Saya atas nama masyarakat Lombok Timur mengucapkan terimakasih atas bantuan ini. Apalagi Bu Wali sampai datang langsung ke pelosok Lombok Timur untuk serahterimanya, sehingga ini merupakan suatu penghargaan setinggi-tingginya bagi kami. Semoga silahturrahmi di Bulan Ramadhan ini bisa membawa berkah dan manfaat bagi kita semua,” kata Sukiman.

Ia juga mengakui bahwa bantuan dari Pemkot Surabaya ini, sangat banyak usai gempa. Beberapa diantaranya yang paling penting saat itu adalah makanan, pakaian, selimut, dan sejumlah barang kebutuhan lainnya. Bahkan, dibangunkan gedung SDN 1 Obel-Obel yang sangat bagus dan tahan gempa ini. “Sekali lagi, kami mengucapkan terimakasih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, Imam Siswandi mengatakan bantuan pembangunan SDN Obel-obel ini terdiri dari gedung sekolah satu lantai seluas 583 meter persegi dan rumah dinas kepala sekolah seluas 49 meter persegi. Gedung sekolah itu terdiri dari enam ruang kelas, satu perpustakaan, satu ruang guru, dan delapan toilet.

“Pembangunan gedung ini murni dari Pemkot Surabaya, karena bangun lama rusak parah, sehingga harus kami robohkan dan kemudian dibangun baru dari awal, jadi bukan hanya sekadar renovasi,” kata dia.

Ia juga memastikan bahwa biaya untuk membangun sekolah ini berasal dari sumbangan atau donasi para pelajar Surabaya, warga Surabaya dan jajaran Pemkot Surabaya. Secara keseluruhan, pembangunan sekolah ini menelan biaya sebesar Rp. 1.567.815.000.

“Bangunan gedung ini dirancang tahan gempa, pembangunannya dimulai Bulan November 2018 dengan tenggat waktu 6 bulan. Alhamdulillah pihak kontraktor bisa menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan kali ini bisa diresmikan,” pungkasnya.(alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group