• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Madura akan di jadikan Kawasan Ekonomi Khusus Industri Garam

May 30, 2019

 

Sby,MercuryFM - Komitmen untuk mengembangkan kawasan Pulau Madura akan terus dilakukan oleh pemerintah Propinsi Jatim. Bahkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkomitmen  untuk menjadikan Pulau Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Garam. 

 

"Saya berharap dengan adanya KEK Industri Garam, pertumbuhan ekonomi di Madura akan semakin meningkat nantinya," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (30/05/19).

 

Menurut Gubernur untuk mewujudkan terget tersebut, pihaknya juga berkerjasama dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Salah satunya menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan adanya SMK Garam. 

 

"Sekolah ini di antaranya ada di Pamekasan. Di sana sudah ada SMK Kelautan yang memiliki Program Keahlian (Progli) garam. Kami apresiasi Pamekasan yang paling cepat merespon dengan adanya SMK Garam," kata Gubernur.

 

Nantinya lanjut Gubernur, SMK Garam akan mendapatkan penguatan khusus dalam pengelolaan garam, khususnya yang ada di Madura. Termasuk, pengaplikasian teknologi untuk mengevektifkan produksi garam. 

Sebab, untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas hasil, perlu adanya terobosan dalam produksi. 

 

"SMK Garam akan menjadi pintu masuk dari anak mudannya," kata Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

 

Tak hanya di Pamekasan, pihaknya kata Gubernur juga akan melakukan sinergitas dengan tiga pemda lain. Misalnya di Sampang yang sukses memproduksi 346 ribu ton garam pada 2018 lalu. 

 

"Di Sumenep, juga kami dorong. Pun demikian pula di Sampang sebagai penghasil garam. Madura menjadi penghasil tertinggi di Indonesia selain Indramayu," katanya.  

 

Selain penyiapan lahan dan juga SDM, pemerintah juga akan menyiapkan bantuan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk meningkatkan industri di sana. 

 

"Petani garam di kelas menengah dan kecil baru akses KUR pada November silam melalui keputusan pemerintah. Sebelumnya, petani garam belum bisa mendapatkan bantuan permodalan karena garam dinilai sebagai bahan tambang. Namun, petani garam saat ini sudah diputuskan bagian dari petani," katanya. 

 

Selesai dengan modal dan produksi, pemerintah provinsi kata Gubernur Wanita pertama di Jatim ini, juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menjaga harga garam. Diharapkan, harga garam tak anjlok utamanya saat musim panen. 

 

"Kami juga koordinasi dengan pemerintah daerah hingga dengan Pertanian. Utamanya untuk soal HET (Harga Eceran Tertinggi) Garam. Selaian itu Perlu adanya intervensi dari pemerintah agar harga tak jatauh. Kalau garam dibawah Rp1500 maka petani kasihan. Seharusnya, ada di angka Rp1600," kata mantan Menteri Sosial RI ini. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive