Inggris siap beri bantuan untuk bangun MRT dan LRT di Jatim


Sby,MercuryFM - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap pemerintah Inggris tetap melanjutkan kerjasama yang telah dibicarakan sebelumnya, khususnya transportasi massal di Jatim, meski Duta Besar Inggris untuk Indonesia, HE Moazzam Malik akan mengakhiri masa jabatannya, 30 Juni 2019 depan.

"Inggris telah membangun komunikasi dan investasi untuk MRT dan LRT di DKI Jakarta dan Jabar. Kami berharap bahwa investasi penguatan transportasi publik terutama MRT dan LRT itu bisa diluaskan, dan dikembangkan juga di Jatim," ujar Gubernur Khofifah usai menerima dan melakukan pertemuan dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia HE Moazzam Malik di kantor Gubernur jl Pahlawan, Jumat 14 Juni 2019.

Gubernur kelahiran Surabaya itu menilai, Surabaya dan sekitarnya sudah sangat membutuhkan transportasi massal seperti MRT dan LRT. Tidak hanya Surabaya saja sebagai ibu kota provinsi, melainkan juga kabupaten penyangga di sekitarnya.

"Upaya terkoneksi diantara satu ruas dengan ruas lain. Jakarta sudah digandeng, tambah satu ring lagi, Surabaya dan Gerbang Kertasusila belum dan ini memang sesuatu yang sangat penting dan sangat bisa," urainya.

Kata Gubernur dengan adanya MRT dan LRT maka Surabaya dan daerah penyanggah seperti Sidoardjo, Lamongan, Gresik, Pasuruan dan Mojokerto serta Bangkalan akan semakin terkoneksi dengan adanya angkutan massal.

"Kita sangat berharap Inggris bisa mengembangkan investasinya dalam angkutan masaal MRT dan LRT untuk Jatim. Dan berakhirnya tugas pak Dubes bisa dilanjutkan Dubes yang baru. Sehingga rencana yang sudah ada tidak berhenti," pungkasnya.

Sementara itu Moazzam Malik mengakui memang telah ada kesepakatan antara konsorsium dari Inggris dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Perjanjian kerjasama tersebut salah satunya menyangkut pengelolaan MRT dan LRT di DKI Jakarta. Namun, bukan tidak mungkin hal yang sama juga dilakukan di Jawa Timur.

"Kami siap membangun saya kira. Kami terus ikuti arahan dari Pemprov dan pemerintah pusat," katanya.

Inggris, kata Moazzam siap memberikan bantuan pembiayaan seandainya dibutuhkan. Pembicaraan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun telah dilakukan terkait kesiapan negeri Ratu Elizabet tersebut dalam hal bantuan pembiayaan untuk percepatan pembangunan infrastruktur.

Kendati demikian, alumni University of Oxford itu menyaratkan pemerintah harus melakukan uji kelayakan tentang penyediaan transportasi massal berbasis rel, harus dilakukan secara mandiri. Perusahaan lokal yang memimpin melakukan kajian tersebut.

"Karena tawaran dari Inggris beda dengan Cina dan Jepang. Kami tidak bisa, bukan tidak bisa, kami tidak berminat untuk membangun proyek seluruhnya. Kami mau kerjasama dengan mitra di Indonesia, dan kami harap mitra lokal akan pimpin proyek," urai Moazzam Malik.

Dalam membangun infrastruktur, Moazzam Malik menegaskan, tidak ingin turut campur terlalu detail. Meski pihaknya andil memberikan bantuan pembiayaan.

"Jadi nantinya pemerintah Inggris ingin berperan mengatasi keterbatasan pembiayaannya tidak akan masuk secara teknis bila MRT dan LRT diwujudkan di Jatim nantinya," pungkasnya. (ari)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group