• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Tarik investor ke PDAB Pemprop usulkan perda perubahan PD air bersih menjadi Perusahaam Daerah (Perseroda)

June 15, 2019

 

Sby, MercuryFM - Tarik investor masuk dalam Perusahaan Air Bersih milik Pemerintah Propinsi (Pemrop) Jawa Timur. Pemprop usulkan perubahan bentuk hukum Perusahaan Daerah (PD) Air Bersih menjadi perseroan daerah (Perseroda). Perubahan tersebut ditargetkan adanya unvestasi yang masuk baik dari dalam negeri hingga luar negeri. 

 

Menurut Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam usulan perubahan bentuk hukum Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) dari Perusahaan Daerah (PD) ke Perseroan Daerah (Perseroda), untuk lebih meningkatkan  kapasitas PDAB di Jatim dengan melakukan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan. 

 

Kata Gubernur dngan adanya pembangunan ini, SPAM tersebut direncanakan melayani kebutuhan bagi 1,3 juta penduduk (31 ribu sambungan rumah baru di Jatim). Yang meliputi Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya.  

 

Untuk melakukan penambahan tersebut, jelas Gubernur PDAB memerlukan peningakatan modal sebesar Rp4,927 triliun. Pengembangan ini terbagi atas Rp706 miliar rupiah untuk pengembangan SPAM regional kecil dan Rp4,167 triliun untuk SPAM regional besar. 

 

"Kita (Jawa Timur) membutuhkan skala yang lebih besar, sehingga kita membutuhkan kekuatan pemodal baru," kata Khofifah usai memberikan Nota Penjelasan Gubernur terhadap Raperda Perubahan Hukum PDAB menjadi Perseroda di Sidang Paripurna DPRD Jatim, Sabtu (15/06/19).

 

Perubahan PD menjadi Perseroda kata Gubernur akan menjadi solusi mencari investor guna memenuhi target modal yang kita inginkan.

 

"Ketika skala bisnis itu harus diperbesar, maka kemudian menjadi PT (Perseroda). Dari PD menjadi PT. Regulasinya, harus seperti itu," jelas Khofifah. 

 

"Dengan menjadi PT, (PDAB) akan memungkinkan kita untuk mengundang investor, baik PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan PMA (Penanaman Modal Asing)," lanjutnya.

 

Tak hanya itu, pihaknya menargetkan juga dapat menggandeng pemerintah kota/kabupaten untuk menanamkan investasi.

 

"Kami akan mengajak (investasi) dahulu yang dari Pemkab dan Pemkot. Kami ingin mengajak bersama-sama untuk melakukan penguatan," katanya. 

 

Menurut Khofifah, kebutuhan air bersih cukup besar di Jawa Timur. Sehingga, investasi di sektor ini akan memberikan keuntungan besar.

 

"Sehingga, jelas provitnya sebab berdasarkan kebutuhan yang memang besar," katanya. 

 

Khofifah menilai beberapa Pemda memiliki kemampuan itu didasarkan pada Saldo Anggaran Lebih (SAL) tiap daerah yang cukup besar. Sehingga nanti mereka bisa masuk dalam menamkan modalnya.

 

"SAL beberapa daerah itu besar. Misalnya, Surabaya. Tentu, mereka (Pemkab/Pemko) akan membahas dalam P-APBD terlebih dahulu," katanya.

 

Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) berdiri dengan dasar hukum Perda Provinsi Jawa Timur nomor 2 tahun 1987 yang kemudian disempurnakan dengan Perda Nomor 5 tahun 2014 tentang PDAB. Penyetoran modal hingga 2018 mencapai 70 miliar.  

 

Saat ini, PDAB mengelola tiga SPAM. Di antaranya, SPAM Industri PIER Pasuruan, SPAM Regional Mojolamong, dan SPAM Umbulan. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive