• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Sikapi polemik PPDB, DPRD Jatim minta biarkan sistem berjalan dulu baru di evaluasi

June 18, 2019

 

Sby,MercuryFM - Munculnya polemik pro kontra Proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) sistem Zonasi dinilai pihak DPRD Jatim suatu hal yang wajar mengingat sebuah kebijakan baru akan menimbulkan polemik

 

“Pasti akan menimbulkan polemik jadi tak perlu panik. Biarkanlah sistem ini berjalan dahulu,” ujar wakil Ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar saat dikonfirmasi di Surabaya, selasa (18/6/2019).

 

Politisi asal Partai Demokrat ini mengatakan jika nantinya sistem tersebut usai dilaksanakan dan dinilai perlu dilakukan perbaikan, tentunya akan melalui evaluasi secara menyeluruh.

 

“Kalau menimbulkan kerugian tentunya silahkan dilakukan evaluasi. Tapi biarkanlah berjalan terlebih dahulu,” sambungnya.

 

Ditambahkan oleh pria asal Sumenep Madura ini, secara pribadi dirinya mendukung sistem zonasi. Mengingat sistem tersebut mengandung unsur untuk memberikan kesejahteraan dan pemerataan pendidikan di Indonesia.

 

“Semua bisa merasakan pendidikan baik masyarakat kurang mampu atau mampu sama semuanya,” ungkapnya.

 

 

Sebelumnya, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim) Agatha Retnosari mendesak dihapuskannya Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, yang dinilainya tidak adil. 

 

Politikus PDIP yang terpilih lagi di pemilu legislatif 2019 daerah pemilihan Surabaya itu meminta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan kajian dalam setiap kebijakannya. Sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

 

"Dari hasil observasi di lapangan dan masukan yang diterima, PPDB terdapat masalah. Pertama, perbandingan sebaran SMA atau SMK dan sebaran kepadatan populasi Penduduk tidak seimbang," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload