Lakukan aksi didepan Gedung Grahadi, masyarakat tolak sistem zonasi dalam PPDB 2019


Sby,MercuryFM - Penolakan terhadap sistem PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 2019 dengan sistem zonasi terus mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Ratusan orang tua siswa menggelar aksi di Gedung Grahadi Surabaya pada Rabu (19/6/19). Menolak sistem zonasi karena dinilai menyulitkan siswa dalam memperoleh sekolah berkualitas.

"Anak saya saya nilainya 96 terlempar karena kalah dengan anak yang jaraknya pendek," kata Heri Gustofa, salah satu orang tua siswa di depan Gedung Grahadi.

Hari mengatakan, anaknya memperoleh nilai Ujian Nasional (UN) yang cukup bagus. Tetapi, ketika akan mendaftar ke SMPN 15 ditolak karena jaraknya agak jauh dan kalah dengan siswa yang rumahnya lebih dekat, meski nilainya lebih baik anaknya.

"Nilai matematika 100, bahasa Indonesia 96 dan IPA 88. Awalnya sekolah ke SMP 12 masuk zonasi karena dilihat jarak jadi nggak bisa masuk," ungkapnya.

Heri mengaku kebingungan untuk mencari sekolah anaknya. Pasalnya, jika mendaftar di SMP swasta, dia tidak mampu karena biaya pendaftaran yang mahal.

"Belum daftar padahal besok terakhir. Saya nggak tahu lagi bagaimana," kata warga kelurahan Sawunggaling, Joyoboyo itu.

Sementara itu, Karmijan warga Benowo Surabaya berharapa agar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bisa mencari solusi terhadap masalah itu. Menurut dia, hingga saat ini anaknya belum bisa sekolah karena kalah bersaing dengan siswa yang rumahnya lebih dekat.

"Kita berharap bertemu bu Khofifah membantu kami mencari solusi. Kami belum bisa berfikir bagaimana anak saya karena belum mendapatkan sekolah," tambahnya.

Karmijan mengaku tidak punya uang untuk mendaftar ke sekolah swasta karena biayanya yang sangat mahal.

"Mestinya bisa masuk SMA 11 dan zonasinya hanya 1 km dan dipersempit lagi menjadi 500 meter. Pilihan kedua ternyata terlemiminasi juga. Kami sebagai orang tua siswa bingung, anak kami minta sekolah negeri. Sekolah negeri dimana, kalau sekolah swasta juga mahal," pungkasnya.

Namun sayang keinginan mereka untuk bertemu Gubernur Khofifah Indar Parawansa gagal terwujud, Guberbur yang kebetulan berada di Gedung Grahadi memilih untuk meninggalkan Gedung Grahadi melewati pintu belakang Gedung Grahadi.

Warga yang melakukan aksi hanya ditemui plt kepala dinas Pendidikan propinsi Jatim Hudiono yang menemui perwakilan warga yang nelakukan aksi di depan Gedung Grahadi.

Dari pantauan, ratusan orang tua siswa masih bertahan di depan Gedung Grahadi Surabaya. Mereka bersama dengan anak-anaknya membawa spanduk yang intinya menolak sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah pusat. Aksi demontrasi itu sempat memacetkan lalu-lintas di depan Gedung Grahadi Surabaya. (ari)


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square