• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Jatim protes, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembalikan lima Kontainer sampah kenegara asal sampah

June 21, 2019

Sby, MercuryFM - Lima kontainer dari 11 kontainer sampah yang diimpor dari Australia akan dikembalikan (reexport) ke negara asal sampah Australia. Pengembalian sampah import tersebut dikatakan langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur Diah Susilowati setelah pihaknya dibetitahu Kementrian lingkungan Hidup setelah Gubernur Jatim protes karena sampah sampah tersebut ada yang sampah plastik. 

"Ada sebelas kontainer dan lima kontainer sudah di reexsport sesuai ketentuan. Itu yang saya dengar dari KLH," katanya Diah Susilowati, saat mengunjungi pabrik penerima limbah import sampah di Mojokerto, Kamis (20/6/2019).


Diah mengakui dari temuan yang ada di lapangan, beberapa perusahaan pengompor kertas memang mengimpor bahan baku bercampur plastik. Di Jatim sendiri memang ditemukan sebelas kontainer. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang berwenang untuk mengatasi masalah itu. 


"Di beberapa tempat ada timbunan sampah diantaranya plastik dan sisa material proses industri kertas. Sebagian dimanfaatkan masyarakat sekitar pabrik yang mengimport dijual karena masih punya nilai ekonomi. Sebagian digunakan lagai sebagai.bahan baku pabrik yang ada khusuanya pabrik kertas. Kemarin ada masalah ditemukan ikutannya yang besar sampah palstik, itu yang kita protes. Total ada sebelas kontainer," tambahnya.

 

 

 

 

Dijelaskan Diah, pihaknya akan melakukan pemantauan agar penggunaan sampah plastik bisa diminamilsir. Saat ini, tim yang diterjunkan oleh BLH Jatim sudah bergerak melakukan pendataan, agar pengolahan sampah tersebut tidak dilakukan di sembarang lokasi, yang bisa menyebabkan pencemaran lingkungan bertambah parah.

 

"Perusahaan itu contohnya Pakerin import dan kita cek iinformasi dari KLHK. Yang penting kita impor masalah perdagangan dan bea cukai..Jangan mengolah plastik yang membahayakan lingkungan. Penempatan tidak boleh ceroboh di pinggir sungai," pungkasnya.

 

Seperti di ketahui, Jatim diramaikan dengan kedatangan sampah import dari luar negeri yang berjumlah 11 kontainer. Sampah import ditempatkan di salah satu perusahaan yang ada dikawawan Mojokerto. 

 

Sampah tersebut dari temuan dilapangan ternyata juga terdapat sampah plastik yang ini keluar dari ijin import. Ini yang membuat Jatim keberatan dan meminta Kementrian KLH untuk mengembalikan sampah plastik tersebut. Karna sulit untuk diurai dan ditakutkan akan mengakibatkan pencemaran lingkungan. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive