• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Dishub diminta untuk galakkan sosialisasi tentang keselamatan transportasi laut antar pulau

June 22, 2019

 

Sby,MercuryFM- Kasus tenggelamnya KM Alim Jaya di perairan  Sapudi dan menewaskan 20 penumpangnya, harus segera disikapi Dinas Perhubungan Propinsi Jatim dengan menggalakkan sosialisasi  tentang pentingnya keselamatan transportasi antar pulau.

 

Sebab saat ini masih banyak masyarakat  yang menggunakan perahu sebagai alat transportasi orang yang tidak mengindahkan kapasitas, kelayakan dan keselamatan laut.  

 

"Kedepan itu perlu ada sosialisasi bahwa semua pemberangkatan kapal untuk transportasi itu dalam satu Dermaga dipulau pula yang ada. Harus ada penentuan dermaganya. Sebab sebagian besar masyarakat yang dari kepulauan itu berangkatnya kadang-kadang melalui tempatnya mereka bersandar yang tidak ada pengawasannya," tegas Wakil Ketua Komisi D, Mahdi, Jum'at (21/6/19).

 

Kondisi ini menurut Mahdi perlu perhatian khusus dari pemerintah provinsi, dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk selalu mengawasi dan juga memberikan sosialisasi bahwa semua alat transportasi laut harus berangkat dari Dermaga atau dari pelabuhan. Sehingga bisa dilakukan pengawasan dan pemantauan selama perjalanan. 

 

"Sekaligus bisa menentukan apakah sesuai kapasitas Atau tidak. Termasuk alat keselamatan juga tersedia untuk antisipasi jika ada sesuatu yang terjadi," tambahnya. 

 

Apalagi, kata Mahdi , banyak kapal yang tenggelam rata-rata karena overcapacity dari kapasitas seharusnya. 

 

Memang kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), selama ini pihak dinas perhubungan sudah aktif memberi pemahaman pada masyarakat pantai. Namun persoalannya masyarakat sendiri yang terkadang melanggar. 

 

"Mereka berangkatnya dari rumahnya,  tidak perlu menuju ke dermaga yang ada pengawasnya.  Sehingga itu yang sulit dipantau. Biasanya mereka satu keluarga yang berangkat, mereka mempunyai kapal sendiri karena lebih efektif dan lebih cepat menggunakan yang dekat rumah. Mereka berangkat tanpa ada pengawasan," ungkapnya.

 

Pihaknya berharap di daerah-daerah pesisir, dan daerah kepulauan lebih intens diberikan sosialisasi. Dinas Perhubungan harus lebih aktif lagi untuk Keamanan transportasi antar pulau tersebut.

 

"Di Probolinggo misalnya banyak yang nyebrang ke Pulau Gili ketapang dan pulau pulau di Madura  dengan kapal mereka sendiri. Tanpa ada pengawasan dan laporan ke instansi terkait," pungkasnya. 

 

Seperti diketahui, KM Alim Jaya tenggelam di perairan Giliyang Sumenep Madura senin (17/6/219). Kasus ini menewaskan 21 orang penumpangnya. Kapal ini tenyata bukan jenis KLP (Kapal Pengangkut Penumpang) namun kapal ikan. Dan tidak memiliki ijin dalam berlayar. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive