• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Survival Food untuk bantu selamatkan korban bencana

June 24, 2019

Sby, MercuryFM - Bencana   merupakan   peristiwa   yang   mengancam,   menggangu   kehidupan,   dan penghidupan masyarakat dan disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam, ataupun faktor manusia. Sehingga mengakibatkan   timbulnya   korban   jiwa,   kerusakan   lingkungan,   kerugian   harta   benda,   dan dampak psikologis. Berdasarkan letak geografisnya, Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi bencana alam.

Jika terhitung dari akhir Juli 2018 hingga April 2019, Indonesia sudah menghadapi berbagai bencana yang menimbulkan ribuan korban jiwa. Diantaranya gempa bumi di Lombok, gempa dan tsunami di Palu-Donggala, banjir bandang di Sumatera Utara, tsunami Selat Sunda akibat erupsi Anak Krakatau, hingga gempa bumi di Sulawesi Tengah yang sempat berpotensi tsunami.

Berdasarkan   permasalahan   tersebut,   mahasiswa   Fakultas   Sains   dan   Teknologi   (FST)   UniversitasAIrlangga menggagas sebuah ide penelitan dengan judul “Aplikasi Nanotechnology pada Survival Foodsebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Hidup Korban Bencana”. Ningsih Putri Herman (2017) danMelly Octaviany (2016) yang berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) Tya Wahyun Kurniawan (2017) di bawah bimbingan Ibu Nita Citraari, S.Si., M.T.

Ketua tim, Ningsih mengatakan bahwa gagasan penelitian itu disusun ke dalam proposal Program Kreatifitas   Mahasiswa   Bidang   Penelitian   Eksata   (PKM-PE)   dan   berhasil   lolos   seleksi   pendanaan Kementrian   Riset   Teknologi   dan   Pendidikan   tahun   2018-2019.  Menurut Ningsih penelitian itu dipicu karena adanya peristiwa korban yang berhasil di evakuasi dalam kondisi bernyawa setelah lebih dari tiga hari karena meminum urinnya sendiri.

"Hal memprihatinkan tersebut membuat tim merasa harus ada suatu makanan yang mudah dibawa danmampu meningkatkan ketahanan hidup korban bencana," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Ningsih juga mengatakan bahwa aplikasi Nanotechnology pada Survival Food tersebut berupa  nanober  yang disintesis dari Sodium Alginat dan PVA menggunakan metode Electrospinning. Nanober  pada  Survival   Food  itu,   lanjutnya,   berperan   sebagai   serat   tambahan   sehingga   dapatmeningkatkan kekenyangan serta daya serap makanan dalam tubuh.

"Survival Food  pada penelitian ini terdiri dari makanan yang mengandung banyak kalori seperti sagu,cokelat, dan madu," tuturnya.

Menambahkan   pernyataan   Ningsih,   Tya   selaku   anggota   penelitian   juga   mengatakan   bahwa alasan memilih bahan utama tersebut dikarenakan zat gizi yang tinggi dan juga adanya kandungan khusus yangdiperlukan oleh korban bencana. 

“Survival Food  ini diharapkan dapat menekan angka kematian dengan cara mencukupi dan mengaturasupan   energi,   meningkatkan   rasa   kenyang,   mengurangi   kecemasan/trauma,   dan   meningkatkankekebalan tubuh pada korban bencana alam dalam jangka waktu yang lama,” pungkasnya.(alam)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload