PT PLN UID Jatim tetap fokus wujudkan Rasio Elektrifikasi sampai 100 persen sampai tahun 2021

June 26, 2019

 

Sby, MercuryFM - Sampai saat ini rasio elektrifikasi (RE) di Jawa Timur baru mencapai 95, 84 persen. Memang target bisa mencapai 100 persen atau minimal 99,99 persen masih sulit dicapai karena beberapa faktor.

 

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Bob Saril  mengatakan memang ada dua kendala untuk mewujudkan RE hingga 100 persen di Jawa Timur. Pertama adalah infrastruktur. Ini adalah tantangan besar karena daerah di Jawa Timur ini terutama di ujung timur adalah daerah kepulauan. Ini  memang harus membangun secara bertahap.

 

“Ada daerah yang secara infrastruktur yang belum dilaksanakans ecara cepat, kita bersama pemerintah melakukan listrik tenaga surya hemat energy (LTSHE). Sambil jalan membangun daerah-daeah terpencil dengan menarik jaringan distribusi baik itu jaringan menengah 20 ribu volt sampai dengan terendah 220 volt," kata Bob Saril, ditemui di sela sela acara acara Multi Stakeholder Forum yang digelar PLN dan PJB di Surabaya, Rabu (26/6/2019).

 

Bob Saril menjelaskan meskipun sudah ada jaringan yang tersedia, tapi masyarakatnya tetap tidak mendapatkan aliran listrik karena ketidakmampuan. Ini diperlukan peran serta berbagai pihak untuk bisa membantunya. Biasanya kata Bob Saril dengan memberikan dana-dana Bina Lingkungan perusahaan-perusahaan.

 

“Juga harus ada kerjasama antara masyarakat yang satu dengan yang lain. Misalnya bersedia menyediakan lahannya untuk dibat jaringan listrik. Jangan berpikir, daerah saya sudah dialiri listrik jadi tidak perlu menyediakan lahan. Daerah Anda sudah dialiri tapi di daerah sebelahnya kan belum, jadi perlu bantuan agar semua bisa menikmati listrik,” jelasnya.

 

Sementara itu kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Setiadjit menambahkan ada kurang lebih lima hal yang menghambat target tersebut.

 

“Lima hal itu yang perlu kita perhatikan serius dan sudah menjadi rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Ibu Gubernur Jawa Timur,” jelasnya.

 

Lima langkah itu, pertama adalah ketersediaan pembangkit. Jawa TImur sekarang memiliki kapasitas listrik sebesar 9.933,4 mega watt (MW) dari beberapa pembangkit yang ada. Namun jumlah itu belum bisa menambah RE di Jawa Timur.

 

“Kapasitas yang dimiliki besar tapi pertumbuhan industri juga tinggi. Bahkan dalam waktu dekat akan dibangun lima kawasan industri baru di Jatim. Ini yang membuat konsumsi listriknya juga tinggi,” tuturnya.

 

Hal kedua adakah masalah infrastruktur. Ini yang masih menjadi penyebab RE masih belum maksimal. Karena ada daerah-daerah tertentu yang tidak bisa dijangkau infrastruktur kelistrikan. Apalagi di daerah kepulauan. Di mana Jawa Timur memiliki 100 pulau dan 79 di antaranya yang dihuni.

 

Bahkan di Bondowoso kata Setiadjit,  ada desa di tengah hutan yang untuk menjangkaunya butuh 15 sepatu dan 20 sandal saking sulitnya medan.

 

“Karenanya di daerah yang sulit dijangkau itu kita akan membuat pembangkit listrik tenaga solar atau solar cell. Tapi ini sifatnya sementara karena siapa tahu di tahun-tahun mendatang PLN bisa menjangkau dengan infrastruktur listrik,” tukasnya.

 

Yang ketiga kata Setiadjit, konsumsi listrik per kapita masyarakat Jawa Timur masih rendah yakni rata-rata 924 watt. “Kita harus tingkatkan itu menjadi seribu watt lebih per kapita pada 2020 mendatang. Kalau ini tercapai target PLN  untuk menjadi yang terdepan bisa tercapai,” ungkapnya.

 

Masalah keempat adalah RE yang saat ini masih di angka 95,84 persen. Masih banyak masyarakat yang belum menikmati listrik. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui APBD membantu 15 ribu rumah tangga untuk dialiri listrik dan tahun depan 32 ribu sambungan rumah tangga. “Sehingga pada 2021 rasio elektrifikasi bisa mencapai 100 persen atau 99,99 persen lah,” tukasnya.

 

Namun untuk mencapai itu kata Setiadjit, Jawa Timur tidak boleh lagi bergantung pada energi fosil. Inilah masalah kelima, untuk lebih menggenjot keberadaan energi baru terbarukan. Sudah saatnya mencari alternatif sumber energi. Karena sebenarnya sumber daya untuk energi itu sangat banyak. Di Jatim ada 14 sumber untuk panas bumi. “Ada di Ngebel, Ijen, Argopuro dan banyak lainnya. Tinggal mencari investor yang mau mengembangkannya. Pada 2020 kita tinggal genjot energi non fosil,” pungkasnya.(Dani)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group