• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Dampak kekeringan lima kabupaten di Jatim minta suplai air bersih

June 27, 2019

Sby, MercuryFM - Kekeringan mulai dirasakan beberapa daerah di Jatim. Ini tampak dari data di Badan Penenaggulangan Bencana (BPBD) Jawa Timur yang mulai mengirim pasokan air bersih ke lima kabupaten, karena mulai kekeringan. 

 

Kepala BPBD Jawa Timur Suban Wahyudiono mengatakan, permintaan pengiriman air bersih dilakukan sejak Juni lalu. Diantaranya, Pacitan yang membutuhkan air bersih untuk tiga desa yang tersebar di tiga kecamatan. Pengiriman air bersih telah dilakukan sejak 22 Juni lalu. 

 

"Kabupaten Trenggalek, yang didistribusikan untuk empat desa di salah satu kecamatannya mulai 15 Juni lalu," ujar Suban, Kamis (27/06/19).

 

Kemudian kata Subhan, Kabupaten Magetan juga telah meminta pasokan air bersih sejak 19 Juni lalu. Satu desa di Kecamatan Karas Magetan mulai menerima kiriman air bersih. 

 

Lalu disusul tiga desa di dua kecamatan di Lamongan, sudah sejak 13 Juni kemarin, serta 14 desa di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Lumajang. Pengiriman air ini juga sudah dilakukan sejak 13 Juni lalu.

 

"Lumajang ini untuk Kecamatan Ranuyoso dan Klakah. Itu di bagian utara Lumajang, yang ketika saya ke sana, lokasinya ternyata lebih tinggi dari sumber airnya. PDAM kesulitan menaikkan air ke sana, mesinnya sering jebol," bebernya. 

 

BPBD Jatim kata Subhan juga telah memenuhi permintaan pasokan air bersih ini sebanyak satu tangki berkapasitas 6 ribu liter air untuk setiap desa, setiap harinya. Ini juga berlaku untuk daerah lainnya.

 

Sementara itu dari hasil pemetaan potensi bencana kekeringan lanjut Subhan, BPBD Jatim dengan BPBD kabupaten/kota pada Mei lalu, ada  sekitar 24 kabupaten dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur berpotensi terdampak kekeringan.

 

Kata Subhan, sebanyak 566 desa dari 822 desa yang terpetakan berpotensi mengalami kekeringan kritis, yakni kondisi di mana ketersediaan air untuk setiap orang per hari kurang dari 10 liter.

 

"Nah, dari 566 itu, ada 199 desa yang diketahui sama sekali tidak ada potensi airnya. Dibor tidak bisa, dan sumber airnya jauh. Sedangkan 367 desa lainnya kami dapati masih bisa dibor. Perpipaan (air bersih) juga tidak terlalu jauh," ungkap Suban. 

 

Berkaitan dengan kondisi itu, Suban menegaskan, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur sudah mengedarkan surat kepada 24 Pemda itu agar segera siaga darurat bencana kekeringan 2019. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive