• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Guna deteksi dan kurangi prediabetes, Nutrifood lakukan program edukasi ‘Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes’

June 30, 2019

 

Sby, MercuryFM - Guna mendekteksi dan mengurangi Prediabetes adalah pencetus penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Nutrifood mengadakam program edukasi ‘Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes’ yang diikuti oleh 100 dokter umum puskesmas dan poliklinik wilayah Surabaya.


Kegiatan ini merupakah hasil kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Surabaya, dan Pengurus Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Cabang Kota Surabaya.


International Diabetes Federation 2015 memperkirakan, pada tahun 2040 sebanyak 642 juta penduduk dunia akan mengalami diabetes dengan jumlah penderita prediabetes dua hingga tiga kali lipatnya. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes di tingkat nasional dari 6,9% pada 2013, menjadi 8,5% pada 2018. Ada pun angka kejadian diabetes di Jawa Timur juga meningkat, yaitu 2,1% pada 2013, menjadi 2,6% pada 2018.

 

Head of Marketing Nutrifood, Susana, mengatakan, melihat data mengenai tingginya angka Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama prediabetes dan diabetes, Nutrifood merasa perlunya kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. 

"Oleh karena itu, Nutrifood menginisiasi program edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes, dengan menggandeng Kementerian Kesehatan, BPOM, Dinas Kesehatan, IDI, dan PERSADIA," kata dia. 

Program ini bertujuan mengedukasi dan mengadvokasi berbagai pihak agar proaktif dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan prediabetes maupun diabetes. Nutrifood berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan hidup masyarakat Indonesia.

 

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg Febria Rachmanita, pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian khusus pada kondisi prediabetes dan diabetes yang kini tidak hanya diderita oleh kelompok usia tua. Namun mulai banyak ditemukan di kelompok usia muda serta produktif. 

 

"Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta, untuk bersama-sama melakukan gerakan pencegahan prediabetes melalui deteksi dini atau skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular di Posbindu sesuai standar yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan," kata dia.

 

 

Sementara itu Ketua IDI Cabang Kota Surabaya Dr dr Brahmana Askandar mengungkapkan, tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam menjaga kondisi prediabetes, agar tidak berkembang menuju DMT2. Prediabetes dan DMT2 adalah penyakit yang membahayakan dan erat kaitannya dengan angka morbiditas (angka kesakitan), risiko progresivitas penyakit, biaya, dan mortalitas (angka kematian) akibat komplikasi, seperti penyakit kardiovaskular dini, gagal ginjal, dan stroke.

 

Namun penyakit ini dapat dicegah. Melalui program ini, kami berharap kemampuan para dokter umum semakin terasah, sehingga dapat memberikan deteksi dini dan edukasi pencegahan prediabetes kepada masyarakat," kata dia.

 

Pengurus PERSADIA Cabang Kota Surabaya, dr. Teguh Raharjo, menuturkan pertanda prediabetes secara laboratoris adalah kadar glukosa darah puasa 100-125 mg/dl dan atau kadar glukosa darah 2 jam post prandial 140-199 mg/dl. 

 

"Umumnya kelompok berisiko prediabetes adalah orang dengan obesitas/kegemukan, sering abortus, melahirkan bayi dengan berat badan 4 kg atau lebih, porsi makan besar tetapi kurang gerak, serta keluarga memiliki riwayat diabetes," kata dia.

 

Dalam jangka waktu 3-5 tahun, lanjut Teguh, 25% prediabetes dapat berkembang menjadi DMT2, 50% tetap dalam kondisi prediabetes, dan 25% kembali pada kondisi glukosa darah normal. 

 

"Upaya yang dapat dilakukan agar prediabetes tidak berkembang menjadi DMT2 adalah dengan beristirahat cukup, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan membatasi asupan gula, garam, dan lemak, serta aktivitas fisik 150 menit dalam seminggu," pungkasnya. (Dani)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive