• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Pemerintah terkesan lepas tangan terkait anjloknya harga ayam ditingkat peternak

July 4, 2019

 

Sby,MercuryFM - Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim menilai, pemerintah lepas tangan terkait turunnya harga ayam ditingkat peternak. Pemerintah tidak boleh serta merta menyalahkan peternaknya, jika terjadi kelebihan pasokan. Mengingat pasar telah ada sistemnya dalam perniagaan. 

 

Ketua Fraksi Partai Demokrat Agus Dono Wibawanto mengatakan, pemerintah sebenarnya bisa menghitung kebutuhan ayam setiap tahunnya, terutama menjelang lebaran. Kebutuhan riil masyarakat bisa dihitung dari tingkat inflasi. 

 

Mengingat saat ini ayam menjadi kebutuhan pokok, meskipun Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berupaya mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan.

 

"Mengkaji seperti itu tidak ada. Karena pasar disediakan oleh sistem, jangan dibuat alasan setelah hari raya  terus sepi. Input dan output sudah diproses oleh sistem," tegas Agus, di Surabaya, Kamis (04/07/19).

 

Agus meminta dalam perniagaan ayam ada peran pemerintah. Peternak jangan sampai resah setelah harga naik, langsung anjlok drastis. Mengingat ternak ayam bisa dipanen 2-3 bulan kedepan.

 

 

Untuk menstabilkan harga, pemerintah seharusnya kata politisi dari Malang ini, melakukan langkah-langkah konkret dengan membuat regulasi. Seperti halnya mengatur harga pakan ternak, harga anakan, dan mengatur mobilisasi anakan ketika akan menjadi besar. 

 

"Memang mengatur pasar tidak mudah, harus ada intervensi pemerintah baik pusat, provinsi dan daerah karena butuh diatur. Jangan dilepas begitu liar, kasihan masyarakat terutama peternak kecil," paparnya. 

 

Jika pemerintah tidak intervensi dan terus dibiarkan, mantan ketua Komisi B DPRD Jatim itu memastikan peternak kelas menengah ke bawah akan gulur tikar. Apalagi mendekati hari-hari tertentu. Seperti perayaan Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru.

 

"Indonesia itu lucu, mendekati hari tertentu pasti buming (naik). Kalau tidak hari tertentu harga anjlok. Ini harus diantisipasi. Jangan sampai peternak enggan beternak lagi," tambahnya.

 

Pria yang juga pengurus DPD Partai Demokrat Jatim, meminta agar Pemerintah segera turun tangan, karena persoalan pasar adalah persoalan permintaan kebutuhan dan pasokan. Maka sejak awal regulator harus bisa mengatur kebutuhan mendekati hari raya, dan setelah perayaan.

 

"Hukum pasar memang seperti itu. Jangan diulang-ulang karena persoalannya memang seperti itu," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive