• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

RPJMD Jatim 2019-2024 sebagai pondasi pembangunan Jatim 5 tahun kedepan disahkan DPRD Jatim

July 10, 2019

 

Sby,MercuryFM - Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Timur 2019-2024 yang menjadi pedoman Gubernur dan Wakil Gubernur dalam melakukan pembangunan Jatim lima tahun kedepan akhirnya disahkan dan disetujui okeh DPRD Jatim, dalam rapat Paripurna DPRD Jatim, Rabu (10/07/19).

 

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada anggota DPRD Jatim, karena Raperda RPJMD 2019-2024 dibahas dengan baik bahkan dilakukan pendalaman dan penajaman sehingga menjadi masukan yang sangat berarti bagi Pemprov Jatim," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai mengikiti rapat Paripurna pengesahan RPJMD Jatim.

 

Menurut Gubernur, penajaman dan pendalaman RPJMD adalah pondasi membangun Jawa Timur 5 tahun kedepan yang harus menjadi bagian dari kelanjutan dari pembangunan yang sudah berjalan. Dan ini  akan menjadi bagian dari tangga melanjutkan pembangunan Jatim ke depan.

 

"Saran dan masukan tentang keterkaitan Indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja Daerah (IKD) dan program pembangunan daerah yang difokuskan pada pelaksanaan visi dan misi RPJMD tahun 2019-2024 sangat diperlukan. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ungkap Gubernur.

 

Kata Gubernur, pengukuran keberhasilan RPJMD dalam pencapaian visi dan misi 5 tahun kedepan tercermin dalam 11 indikator kinerja utama Provinsi Jatim.  Diakui ada beberapa yang baru berdasarkan hasil diskusi antara seluruh anggota pansus dan pimpinan fraksi pimpinan dewan serta dari seluruh perangkat OPD di lingkungan Pemprov Jatim.

 

Diantaranya adalah Indeks Risiko Bencana (IRB) juga dimasukkan. Mengingat kita semua mengetahui bahwa di Jawa Timur ini kalau musim kemarau potensi kemungkinan terjadinya resiko bencana kemarau juga cukup luas dan ketika musim hujan tidak resiko bencana kepentingan bangsa

 

“Pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sudah memasukkan indeks risiko bencana dalam salah satu IKU di dalam RPJMD 5 tahun kedepan,” jelasnya. 

 

Gubernur juga mengatakan setelah tahapan persetujuan bersama RPJMD 2019-2024, pihaknya akan melanjutkan pada tahapan evaluasi rancangan kerja kepada Mendagri. Hasil evaluasi tersebut akan dijadikan dasar penyempurnaan Raperda RPJMD Jatim dan selanjutnya dapat ditetapkan menjadi bidang yang secara paralel juga disiapkan awal RKPD, kemudian rencana awal Renstra, kemudian rencana awal Renja OPD.

 

“Pekerjaan kita selanjutnya akan membahas P-APBD 2019 dan RAPBD 2020 seperti harapan dari masing-masing fraksi. Penyelarasan RPJMD dengan catatan-catatan dari fraksi tentu akan menjadi prioritas bersama sesuai dengan kebutuhan,” pungkas Gubernur. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload