• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Konflik PDIP Surabaya, ini respon masyarakat

July 12, 2019

 

Sby, MercuryFM - Polemik ditubuh PDIP Surabaya menjadi perhatian sejumlah tokoh masyarakat. Terlebih pergantian susunan pengurus partai, diharapkan bisa ada solusi.

Digantikannya Whisnu Sakti Buana oleh Adi Sutarwijono memicu berbagai reaksi di masyarakat. Terutama para kader dan simpatisan partai berlambang banteng bermoncong putih ini.

"Permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik. Dimana Ibu Megawati sebagai Ketua Umum Partai bisa mendengarkan aspirasi kader di tingkat bawah," kata Tokoh Masyarakat Kelurahan Sidodadi, Sonhaji.

Dikonfirmasi pagi tadi (12/7), Sonhaji menilai PDIP Surabaya sudah memberikan kinerja nyata dan baik. Itu dibuktikan dengan kepeminpinan Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana sebagai Pemimpin Kota Pahlawan.

Sonhaji menilai keduanya mampu berkolaborasi secara apik."Pembangunan Surabaya semakin berkembang dari sinergi keduanya. Termasuk Pak Whisnu yang mampu berkomunikasi dengan warga Surabaya," terang dia.

Menurut pria yang juga Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Sidodadi ini, Whisnu mampu merangkul warga Surabaya dari berbagai kalangan. Termasuk kata Sonhaji di warga Nahdliyin yang tak luput dari perhatian Wakil Walikota Surabaya ini.

"Hubungan Pak Whisnu dengan warga NU juga baik. Meski sebagai Ketua partai berlatar belakang Nasionalis, Beliau juga warga NU," terang Sonhaji.

Itu dibuktikan dengan rutinnya kegiatan pengajian dan tahlilan di kediaman Dinas Wakil Walikota Surabaya."Terlepas dari figur politik, Pak Whisnu juga tidak melupakan religiusitas representasi Nahdliyin," imbuh Sonhaji.

Harapannya, PDIP Surabaya bisa mendapat solusi terbaik."Saya sangat berharap Pak Whisnu dan teman-teman PAC mendapatkan keputusan dan keadilan terbaik atas permasalahan yang terjadi saat ini," pungkas Sonhaji.

Tidak hanya Sonhaji. Buntut dari kisruhnya PDIP Surabaya ini membuat Ketua LPMK Kelurahan Bangkingan, Paran juga angkat bicara. Ia berharap agar permasalahan ini cepat selesai.

" Saya melihat dari berbagai media online mengenai kisruh tersebut, saya pribadi berharap permasalahan ini cepat selesai dan PDIP bisa fokus bekerja lagi untuk masyarakat". harapnya.

Menurutnya, PDIP di Surabaya selama ini sudah banyak membantu masyarakat.

" Sudah banyak program pembangunan di kota ini yang dikawal oleh kader PDIP langsung yang turun di Kelurahan Bangkingan, seperti infrastruktur pengerjaan saluran gorong- gorong, paving, dan juga beasiswa untuk anak sekolah. Mulai dari SD, SMP, SMA bahkan untuk anak kuliah juga ada" terang Paran.

Ia menambahkan, dengan adanya kisruh di internal PDIP Surabaya, banyak masyarakat yang bertanya- tanya, ada apa di PDIP kok sampai ada kekisruhan di internalnya. Hal ini bisa mempengaruhi pilihan masyarakat untuk PDIP.

" Eman lak fokus iki tok gak kerjo- kerjo. Padahal Surabaya sudah sangat maju selama dipimpin oleh kader terbaik PDIP ini, baik itu dalam hal infrastruktur, pendidikan dan kesehatan," imbuhnya.

Paran juga menambahkan, masyarakat dimana ia tinggal jika membutuhkan bantuan apa saja pasti yang dicari kader PDIP yang terdekat di wilayahnya. Contohnya ketika ada orang sakit yang tidak punya BJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), pasti yang dicari kader PDIP untuk membantunya.

Dengan begitu, Paran berharap masalah di internal PDIP Surabaya ini segera selesai dan mendapatkan solusi terbaik. Dan ia meyakini Megawati sebagai Ketua Umum PDIP pasti memiliki jalan yang terbaik mengenai polemik ini. (alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!