• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Kembangkan pengelolahan hasil pertanian dari hilir hingga hulu Gubernur gagas pembentukan Jatim Incorporated

July 17, 2019

Sby, MercuryFM - Pemerintah Provinsi Jawa Timur  berencana bentuk Jatim Incorporated untuk mengembangkan sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Ini dilakukan untuk memberikan nilai tambah pada produksi hasil holtikultura di Jatim dengan prinsip petik olah kemas jual. 

 

"Saat ini saya tengah berkonsultasi dengan ahli hukum guna mendapatkan pendapat yang legal dan bersifat administratif terkait pendirian lembaga tersebut," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai melakukan pertemuan dengan PT. Polowijo Gosari Group di Gedung Grahadi, Rabu (17/07/19)). 

 

Menurut Gubernur, dirinya seringkali menyampaikan usulan terkait prinsip petik olah kemas jual, sehingga banyak pihak yang merespon. Salah satunya PT. Polowijo Gosari Group. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian ini menjadi salah satu yang akan digandeng Pemprov Jatim. 

 

"Saya berkali-kali menyampaikan tentang petik, olah, kemas, jual. Saking seringnya lalu banyak yang merespon. Seperti Polowijo ini, dulu saya sudah sempat ke sana, dan menyampaikan itu, ternyata mereka langsung mencoba dan menerapkannya," kata Khofifah. 

 

Kata Ketua Umum Muslimat NU ini, salah satu yang sudah dikembangkan PT. Polowijo Gosari Group adalah mangga. Perusahaan ini sudah memproduksi olahan mangga menjadi dodol dan es krim. Hasil olahan tersebut bahkan sudah menembus toko modern. 

 

Tidak hanya itu, buah hasil petik yang memenuhi quality control bahkan sudah tembus ekspor. 

 

Ke depan, lanjut Gubernur, meminta PT. Polowijo Gosari Group untuk mengembangkan manisan mangga. Alasannya, potensi mangga di Jawa Timur cukup besar, mencakup wilayah Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso hingga Madura. 

 

"Hal ini dilakukan agar saat oversupply (harganya) tidak murah. Harus ada data produksi dan distribusi. Sehingga kita bisa melakukan pemetaan yang butuh pengolahan berapa banyak, berapa yang bisa diolah dan cocoknya diolah dalam bentuk apa," ungkapnya.

 

Mantan Menteri Sosial ini menyebut jika ada pemetaan, masyarakat akan mengurangi kebiasaan petik langsung jual. Saat over supply, proses akan terbagi dua, yakni buah yang dijual dalam bentuk olahan dan non olahan. 

 

"Nanti kalau sudah jalan, kita akan sampaikan ke bupati yang punya produksi mangga besar, kita petakan dimana kita bisa lakukan petik olah kemas jual," pungkasnya.

 

Dalam pertemuan tersebut, selain mangga, banyak potensi hasil pertanian holtikultura Jatim yang layak untuk dikelola yakni Durian, Buah Naga, Apel dan Coklat.

 

Bila ini dikelola dengan baik akan memiliki nilai jual yang tinggi. Kasus oversuplay hasil panen yang akhirnya membuat harga turun sehingga merugikan petani. Semisal Buah Naga di Banyuwangi beberapa waktu lalu. Kedepan diharapkan tidak terjadi lagi. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive