Pasangan calon pengantin di Jatim harus bebas narkoba

July 17, 2019

 

Sby,MercuryFM - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Brigjen Pol. Bambang Priyambada mengatakan, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama Wilayah Jawa Timur. Salah satunya adalah mewajibkan calon pengantin di Jawa Timur, menyertakan surat keterangan bebas narkoba saat mengurus syarat-syarat nikah ke kantor kementerian agama setempat.

"Salah satu poin yang kita masukan adalah persyaratan calon pengantin untuk memasukkan keterangan bebas narkoba. Artinya calon pengantin itu tes bebas narkoba dulu, nanti surat keterangan dilampirkan sebagai persyaratan pernikahan," ujar Bambang saat menggelar Deklarasi Zona Integritas di Kantor BNNP Jatim, Surabaya, Rabu (17/7/2019).

Bambang menjelaskan, jika calon pengantin diketahui positif narkoba, maka bukan berarti gagal menikah. Surat keterangan hasil tes narkoba tetap dilampirkan di syarat nikah. Nantinya, jika diketahui positif narkoba, akan dilakukan rehabilitasi secara gratis sampai benar-benar sembuh. Bambang juga menjamin, sang calon pengantin terbebas dari hukuman pidana.

"Apakah kalau positif gagal nikahnya? Tentu tidak. Jadi kalau masih ada waktu, kita obati untuk rehabilitasi gratis. Tidak diproses pidananya. Sehingga pada saat pernikahan sudah sembuh," ujar Bambang.

Bambang menerangkan, surat keterangan bebas narkoba dimasukkan ke dalam syarat pernikahan, tujuannya positif. Yakni untuk memastikan si pengantin baru benar-benar bebas narkoba. Sehingga, generasi yang dilahirkan dari pasangan pengantin baru tersebut, benar-benar sehat.

"Calon pengantin ini kan generasi yang akan melahirkan generasi-generasi berikutnya. Menuju Indonesia emas, sangat pas programnya ini. Untuk melahirkan seorang bayi sehat, harus bapak ibunya bebas narkoba," ujar Bambang.

Bambang menambahkan, jika tidak ada hambatan, kerja sama ini akan direalisasikan pada awal Agustus 2019. Pihaknya juga intens mengomunikasikan dengan Kemenag Jatim dan Dinas Kesehatan Jatim, demi kelancaran program dimaksud. Bambang berharap, Kemenag Jatim maupun Dinkes Jatim, bisa mensosialisasikan ke jajaran di kabupaten/kota di bawahnya.

"Kemenag nanti memberi arahan ke bawahannya di kabupaten/kota terkait pelaksanaannya kapan, dan apa yang harus dilakukan. Untuk Dinkes, bisa memberikan informasi ini akan berlaku, kemudian rumah sakit daerah harus siap. Kalau pemeriksaan urin, di BNN gratis hanya membawa test kit. Kalau di rumah sakit daerah mungkin bayar sesuai tarif di sana," pungkas Bambang.(Alam)
 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group