Dibutuhkan dana 20 Miliar untuk merealisasikan energi terbarukan dari sampah menjadi listrik

July 19, 2019

 

Sby,MercuryFM - Dibutuhkan dana sebesar 20 miliar untuk merealisasikan energi terbarukan dari sampah menjadi listrik guna memenuhi target 2025 pemanfaatan energi terbarukan sebesar 16,8 persen sebagai pembangkit listrik

 

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Setiadjit mengatakan, investasi dana sebesar itu untuk membuat alat pirolisi. 

 

"Alat tersebut bisa menggerakkan power plant ya sekitar 7,8 juta mega watt," ujar Setiadjit, Jum'at (19/07/19)

 

Menurut Setiadjit, selama ini rata-rata dari sebelas pabrik kertas, delapan diantaranya memiliki limbah plastik yang tersisa dari bahan baku. Meski tidak banyak, hanya 0,1 persen dari total bahan baku yang digunakan, namun hasilnya cukup membantu mengurangi beban listrik dari energi non fosil. 

 

"Dinas ESDM meminta kepada perusahaan itu untuk mengembangkan mesin yang dinamakan pirolisis. Itu bisa mengolah plastik menjadikan minyak yang bisa menjadi energi listrik," ungkapnya. 

 

Kata Setiadjit selain meminta pabrik kertas yang ada di Jawa Timur untuk membuat pembangkit listrik tenaga sampah, pemprov juga membidik hal serupa di delapan kluster. Yakni di Surabaya, Madiun, Malang, Jember Probolinggo, Banyuwangi, dan Kediri. Setidaknya ada satu perusahaan yang membuat pembangkit listrik tenaga sampah di setiap kluster. 

 

"Dari delapam kluster tersebut akan kita dorong untuk menumbuhkan pembangkit listrik tenaga sampah baru dari sampah-sampah itu," ungkapnya. 

 

Setiadjit berharap dengan begitu target sesuai rencana umum energi daerah 16,8 mega watt di 2025, dan 2050 sekitar 50,6 mega watt terpenuhi. 

 

 

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Jatim Aliyadi Mustofa berharap, pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah bisa juga dibangun di Madura. 

 

"Saya berharap jika Gubernur ingin mengembangkan pembangkit listrik tenaga sampah bisa dikembangkan di Madura. Karena untuk pemenuhan listrik bagi masyarakat Madura belum merata," kata Aliyadi. 

 

Kata Aliyadi Masih ada masyarakat di wilayah kepulauan di Madura khususnya di Sumenep belum menikmati aliran listrik. Hampir 35 persen masyarakat Sampang belum bisa menikmati listrik secara baik. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive