Masih banyak siswa kurang mampu gunakan seragam SMP dan keluarkan uang untuk beli kain seragam

July 19, 2019

 

Sby, MercuryFM - Belum diterimanya seragam gratis dari pemerintah propinsi terhadap siswa baru SMA-SMK di Jatim khususnya siswa siswi SMA-SMK negri berdampak pada belum semua siswa baru mengenakan seragam SMA-SMK. Dan yang ironis banyak siswa yang kurang mampu harus mengeluarkan uang untuk membeli kain seragam dari sekolah, karena kain seragam yang dijanjikan pemerintah belum diterima sekolah untuk dibagikan.

 

Dari pantauan di SMA Negeri 9 banyak siswa yang belum mengenakan seragam sekolah. Mereka mengenakan seragam SMP. Kebanyakan mereka masyarakat kurang mampu yang baru membeli kain seragam ke koperasi sekolah.

 

Seperti pengakuan salah seorang orang tua siswa, Irawati, yang datang ke sekolah untuk mengambil seragam anaknya. Warga Gubeng Kertajaya ini mengaku harus membayar Rp 2.275.000 untuk membayar seragam.

 

“Anak saya kebetulan masuk melalui jalur zonasi. Jadi, memang harus beli seragam di Koperasi Sekolah. Karena kain seragam yang dijanjikan belum diterima oleh sekolah sampai anak saya masuk sekolah," Setahu saya yang dapat seragam gratis itu yang melalui jalur mitra warga,” ujarnya, Surabaya, Senin (15/7).

 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 9 Surabaya Sonnyk Sumarsono mengatakan  memberikan toleransi kepada siswa baru untuk menggunakan seragam SMP jika seragam belum selesai dijahit. Ia membenarkan kalau seragam itu berasal dari Koperasi Sekolah dan dikenakan biaya. 

 

“Tidak ada batas waktu kapan harus menggunakan seragam (SMA). Kita tahu penjahit saat ini sedang ramai orderan,” katanya.

 

Saat ditanya terkait seragam gratis, Sonny justru mengaku tidak tahu. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, menurut dia, bantuan seragam gratis itu turun setelah tiga sampai delapan bulan tahun ajaran baru.

 

“Jadi, seragam itu sejak awal siswa harus membeli. Biasanya yang bantuan itu warnanya tidak sama dengan sekolah, sehingga banyak siswa yang tidak mau dan akhirnya disumbangkan ke Liponsos,” jelasnya.

 

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Suli Daim membenarkan adanya pembelian seragam yang dilakukan sekolah melalui koperasi. Meski demikian, dia menyayangkannya. 

 

“Padahal, siswa SMA/SMK ini mendapat seragam gratis yang seharusnya diterima saat daftar ulang. Tujuannya untuk meringankan beban wali murid saat menghadapi tahun ajaran baru. Dan, ini sudah dianggarkan oleh Pemerintah,” katanya. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group