• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Soal setoran uang, caleg terpilih Partai Gerindra kaget namum siap bila ini perintah partai.

July 20, 2019

 

Sby, MercuryFM - Kewajiban menyetorkan sejumlah uang pada Partai untuk caleg terpilih Partai Gerindra hasil Pemilu 2019, sesuai Surat Edaran (SE) yang dibuat DPF Partai Gerindra Jatim, membuat beberapa caleg terpilih kaget adanya hasil itu. Sebab sampai saat ini sebagian besar caleg terpilih baik untuk DPRD Jatim maupun DPRD Kota Kabupaten , belum mengetahui adanya surat edaran  tersebut.

 

"Wah, saya malah belum disurati, dan suratnya juga belum sampai ke saya. Jadi saya belum bisa komentar," kata Imam Makruf, caleg terpilh DPRD Jatim dari Partai Gerindra Dapil XI (Madiun, Nganjuk), ketika dikonfirmasi, Sabtu   (20/07/19).

 

Makruf tidak banyak komentar terkait perihal tersebut. Meski demikian, Makruf membenarkan seluruh caleg terpilih wajib menyetor uang kontribusi ke partai, berdasarkan pengalamannya ketika terpilih sebagai anggota DPRD Jatim priode 2014-2019. 

 

"Iya ada di pemilu kemarin bagi anggota terpilih periode 2014-2019. Biasalah menurut saya seperti itu biasa. Saya lupa nominalnya berapa kalau tahun lalu," Katanya.

 

Makruf berpendapat, uang kontribusi terhadap partai adalah hal yang wajar, karena uang itu merupakan uang gotong royong untuk biaya operasional di kantor partai. Bahkan, kata Makruf, partainya sudah biasa meminta caleg terpilih iuran untuk kegiatan-kegiatan internal partai. 

 

"Biasalah kaya gitu mas, sudah biasa partai minta iuran untuk kegiatan apa gitu sudah biasa. Kita juga gak keberatan," kata Makruf.

 

Senada juga disampaikan, AH. Thony caleg terpilih dari Partai Gerindra untuk DPRD Kota Surabaya. Pihaknya sampai saat ini belum mendapat surat itu dari Partai Gerindra. 

 

"Saya belum merasa sebagai caleg terpilih, karena saya belum dilantik. Saya juga belum menerima surat itu," kata Thony.

 

Seluruh calon legislatif (caleg) terpilih dari Partai Gerindra di Jawa Timur wajib menyetor uang sebagai kontribusi ke partai. Nilainya variatif, mulai dari Rp50 juta hingga Rp100 juta.

 

Kewajiban itu tertuang dalam surat edaran (SE), Nomor: JR/07-1102/A/DPD-GERINDRA/2019, berisi Perihal Kontribusi Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota Terpilih 2019. Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno, dan Bendahara DPD Gerindra Jatim Ahmad Hadinuddin. Di SE tetsebut dijelaskan secara gamblang, bahwa ditetapkan kontribusi bagi anggota DPRD Provinsi Jatim sebesar Rp100 juta per orang dan Rp50 juta bagi anggota DPRD Kabupaten/Kota di Jatim perorang.

 

Kemudian para caleg terpilih wajib membayar kontribusi itu, melalui rekening Bank Jatim An. Partai Gerindra Jatim selambat-lambatnya, Sabtu, 27 Juli 2019. Bendahara DPD Partai Gerindra Jatim, Ahmad Hadinuddin, membenarkan adanya surat edaran itu. 

 

"Ini sebagai wujud rasa terima kasih yang dilakukan oleh anggota kepada partai. Karena selama pemilu kemarin, semua pembiayaan kampanye dan saksi untuk pemilu dilakukan oleh partai dan caleg tidak mengeluarkan dana untuk itu. Dana yang keluar dari caleg murni untuk kepentingan caleg, tidak untuk kepentingan partai. Dana itu sebagai rasa terima kasih caleg terpilih kepada partai," kata Hadinuddin yang kembali terpilih sebagai anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan (Dapil) Situbondo, Bondowoso dan Bamyuwangi. (ari)

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive