• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Turunkan angka angka kematian ibu, bayi dan stunting Pemprov Jatim akan gandeng IBI

July 20, 2019

 

Sby,MercuryFM - Turunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Stunting, yang sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Jatim, Pemprov Jatim akan menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

 

“Banyak program  yang bisa mempertemukan IBI dengan Pemprov Jatim, karenanya beberapa hal yang menjadi PR Jatim perlu dipetakan ulang dan disosialisasikan kembali,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Timur di Ruang Kerja Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Sabtu, (20/07/19).

 

Khofifah berharap, IBI bisa menjadi ujung tombak di daerah-daerah utamanya yang  jumlah kematian ibu, jumlah kematian bayi, dan stuntingnya masih tinggi. 

 

Apalagi, khusus permasalahan stunting telah menjadi kesadaran kolektif mulai dari Presiden hingga  masyarakat. Bahkan, pihak Menkeu juga menyadari bahwa stunting perlu ditangani dengan serius. 

 

“Pihak Kemenkeu menyadari bahwa seluruh energi telah diberikan untuk menyiapkan SDM berkualitas, tetapi kalau jumlah penduduk yang stunting tidak tereduksi maka akan menjadi beban,” ungkapnya.

 

Orang nomor satu di Jatim ini menjelaskan, menurut data dari Dinkes Jatim berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) per 20 Juli 2019, prevalensi stunting balita di Jatim masih tinggi yakni sebesar 36,81%. 

 

Ada tiga daerah tertinggi prevalensinya yakni di Kota Malang sebanyak 51,7%, Kab. Probolinggo sebesar 50,2%, dan Kab. Pasuruan sebesar 47,6%. 

 

Kata Khofifah, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 prevalensi stunting balita umur 0 sampai 59 bulan di Jatim mencapai 32,81%. Angka ini lebih tinggi dari prevalensi stunting nasional yakni sebesar 30,8%.

 

“Oleh Karena itu, percepatan pencegahan stunting ini perlu ada intervensi lewat kolaborasi dengan berbagai lembaga termasuk di dalamnya IBI,” pintanya.

 

Mantan Menteri Sosial juga menambahkan, masih berdasarkan data Dinkes Jatim, jumlah kematian ibu di Jatim, tahun 2017 mencapai 529 orang per seratus ribu kelahiran hidup, dan  tahun 2018 mencapai 522 orang.Sedangkan, untuk tahun 2019 hingga 19 Juli 2019 mencapai 263 orang. 

 

"Jumlah kematian ibu tertinggi di Jatim per Januari hingga Juni 2019 antara lain berasal dari Kab. Jember, Kab. Banyuwangi Kab. Blitar dan Kab. Malang," pungkasnya.

 

Sementara itu, Ketua IBI Jatim Lestari, SST, SH, M.Kes mengatakan, pihaknya siap untuk membantu Pemprov Jatim dalam menangani AKI, AKB, dan stunting. Terlebih lagi jumlah bidan yang tergabung di dalam IBI mencapai 30.598 orang dan tersebar di 38 kab/kota.

 

“Anggota kami berada di berbagai pelosok desa, karenanya kami siap mensosialisasikan dan mensukseskan program Pemprov Jatim. Insyaa Allah teman-teman IBI siap ikut menangani hal ini,” jelasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive