• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Maksimalkan BUMD yang ada, DPRD Jatim tolak rencana pendirian Jatim Incorporate

July 22, 2019

 

Sby, MercuryFM - Kalangan DPRD Jatim menolak rencana Gubernur  Khofifah Indar Parawansa yang akan membentuk Jatim Incoporate guna melindungi petani holtikultura di Jatim.

 

“Buat apa membentuk lembaga baru yang saya kira tak perlu dibuat. Pemprov kan masih bisa melibatkan BUMD yang ada, untuk lebih dimaksimalkan,”ungkap anggota Komisi C DPRD Jatim Khozanah Hidayati di Surabaya, Senin  (23/07/19).

 

Menurut politisi asal PKB ini, idealnya tak perlu membuat lembaga baru mengingat keberadaan BUMD milik Pemprov Jatim sangat mampu untuk menanganinya.

 

“Kalau urusan petani saya kira perlu memaksimalkan tugas dari BUMD yang ada, misalnya Puspa Agro atau BUMD lainnya. Buat apa membentuk lembaga baru yang tentunya kinerjanya belum jelas. Kami minta gubernur mempertimbangkan dulu membuat lembaga tersebut,” jelasnya.

 

Dengan melibatkan BUMD yang ada untuk lebih dimaksimalkan, maka akan semakin memaksimalkan keberadaan BUMD yang ada.

 

"Daripada dana di gunakan untuk membentuk lembaga lain. Mending dana itu digunakan untuk keperluan lainnya yang lebih bermanfaat. Kita maksimalkan BUMD yang ada. Saya yakin mereka memiliki kemampuan," pungkasnya.

 

Seperti diketahui, saat menerima manajemen PT. Polowijo Gosari Group di Gedung Negara Grahadi, Selasa (16/7) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah serius mengakselerasi pengembangan sektor pertanian dari hulu hingga ke hilir. 

 

Salah satu strateginya dengan menjajaki pembentukan institusi yang menangani industri hortikultura yang rencananya dinamakan Jatim Incorporated. Rencana pembentukan lembaga itu dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah pada produksi hasil holtikultura dengan prinsip petik olah kemas jual. 

 

"Saat ini saya tengah berkonsultasi dengan ahli hukum guna mendapatkan pendapat yang legal dan bersifat administratif terkait pendirian lembaga tersebut," kata mantan mensos tersebut.

 

Khofifah mengatakan, ia seringkali menyampaikan usulan terkait prinsip petik olah kemas jual, sehingga banyak pihak yang merespon. Salah satunya PT. Polowijo Gosari Group. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian ini menjadi salah satu yang akan digandeng Pemprov Jatim.(ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive