• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

BPJS diminta Wagub optimalkan Industri 4.0 untuk pelayanan

July 25, 2019

 

Sby,MercuryFM - Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus mempersiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0 karena ini tuntutan zaman. Inovasi yang produktif harus dilakukan BPJS dalam pelayanan yang dilakukan, termasuk mengkoneksikan seluruh layanan kesehatan kepada masyarakat. 

 

"Duta BPJS yang mayoritas dihuni para milenial harus mampu mengoptimalkan revolusi industri 4.0 dan mampu mengkoneksikan segala bentuk layanan kesehatan," ujar Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat menjadi narasumber pada The Camp Fiesta BPJS Kesehatan di Bandung, Kamis (25/7). 

 

Menurut Emil, bentuk aplikasi dari Revolusi Industri 4.0 lewat digitalisasi bisa dilakukan lewat koneksi dari seluruh bentuk layanan kesehatan yang dimulai dari sistem rujukan di puskesmas menuju rumah sakit rujukan pertama.

 

Emil mencontohkan, jika ada pasien yang sakit Demam Berdarah (DB) ketika awal kali masuk di Puskesmas bisa langsung di deteksi oleh rumah sakit rujukan untuk menampung pasien tersebut. Lewat sistem ini dapat diketahui Medical Record atau riwayat catatan kesehatan pasien. 

 

"Maka, lewat koneksi seperti inilah yang harus bisa dilakukan oleh BPJS di seluruh daerah untuk mengoptimalkan segala bentuk layanan kesehatannya lewat Revolusi Industri 4.0," ungkapnya. 

 

 

Dihadapan peserta yang hadir, Emil menyebut Revolusi Industri 4.0 masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian pihak, terutama bagi pelaku usaha. Salah satunya bisa dilihat dari berubahnya konsep toko tradisional menjadi online shop atau transportasi berbasis taxi berubah menjadi transportasi online.

 

Oleh karena itu, perubahan tidak bisa serta merta dapat terjadi secara langsung. Maka salah satu solusinya, yakni menggandeng setiap pelaku usaha untuk meningkatkan ekonomi yang sudah ada. 

 

"Jadi mereka bisa dibooking lewat satu platform namun harus ada kesepakatan melibatkan pelaku usaha UMKM yang sudah ada sekarang. Perubahan ini bisa disetting. Karena jika perubahan terlalu cepat sangat riskan, tapi jika berjalan terlalu lambat juga akan terlibas oleh perubahan zaman," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload