• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Gubernur akan dorong investasi pemanfaatan sampah jadi listrik pasca di sahkannya Perda Rued

July 27, 2019

 

Sby, MercuryFM - Gubernur Khofifah Indar Parawansa akan mendorong galakkan  pembangunan pembangkit energi (listrik) non fosil memanfaatkan sampah khususnya sampah plastik.

 

Langkah Gubernur ini menyusul disahkannya Rancangan peraturan daerah tentang rencana umum energi umum energi daerah (Rued) resmi menjadi peraturan daerah (perda) oleh DPRD Jatim dalam rapat Paripurna DPRD Jatim, Jumat (26/07/19), kemarin.

 

"Ada banyak pihak yang sudah saya minta untuk berinvestasi, karena ini sebenarnya tidak terlalu besar, dan kita memang butuh dibanyak titik," ujar Khofifah, Sabtu (27/07/19).

 

Menurut Gubernur, Pemprov Jawa Timur saat ini tengah memulai langkah untuk kemungkinan memaksimalkan sampah plastik menjadi energi listrik. Alat pengolah sampah plastik menjadi listrik milik salah satu perusahaan kertas di Mojokerto telah ditinjau. 

 

Pihaknya dalam waktu dekat segera melakukan komunikasi dengan Institute Teknologi Sepuluh November (ITS) untuk menyiapkan energi sampah menjadi listrik. 

 

"ITS akan menyiapkan agar lebih mudah diakses. Kalau sparepart yang akan diganti lebih mudah, dan lebih cepat. Kemampuan ITS cukup memberikan dukungan bagaimana masalah sampah dan kemudian bisa menjadi listrik," ungkapnya. 

 

Selain pemanfaatan sampah menjadi listrik, dalam perda rued ini juga tertuang berbagai sumber energi lainnya, seperti potensi energi fosil berupa gas bumi yang mencapai 5.3777,9 billion cubic feed. Kemudian potensi energi tenaga surya serta biomassa, yang sudah dikembangkan Kota Surabaya dan berhasil memprodukai 1,8 megawatt. Lalu potensi panas bumi yang tesebar di sebelas titik gunung. 

 

"Biothermal saya rasa hari ini sudah ada yang di Ponorogo, yang lain di sebelas titik rasanya akan terbuka untuk siapa saja yang mau berinvestasi," kata Khofifah.

 

Sementara itu, terpisah Direktur Ecoton Prigi Arisandi dikonfirmasi melalui telpon genggamnya mengapresiasi upaya Pemprov Jawa Timur akan solusi terkait pemanfaatan sampah menjadi listrik untuk pengurangan. 

 

Namun ia berharap langkah itu tidak berhenti dengan pemanfaatan sampah dengan solusi teknik. Melainkan juga tetap memperketat pengawasan impor sampah. Importir yang ketahuan tidak taat aturan, harus langsung dicabut izin impornya. 

 

"Solusi teknik bukan satu-satunya pemecahan problem ini. Ngapain beli mesin atau memfasilitasi negara maju untuk bakar sampahnya disini," katanya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags