• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Gubernur akan beri pengurangan pajak bagi Perusahaan yang memberi kesempatan siswa SMK SMA Jatim magang

July 30, 2019

 

Sby,MercuryFM - Untuk meningkatkan kualitas lulusan SMA/SMK Jawa Timur, Pemprov Jawa Timur akan berikompensasi berupa pengurangan pajak bagi Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) yang berkerjasama memberikan kesempatan praktik kerja, pemagangan, dan atau pembelajaran untuk SMA SMK di Jawa Timur.

 

"Ini kita lakukan untuk menciptakan lulusan SMA/SMK yang siap kerja didunia industri dan meningkatkan kwalitas lulusan. Terutama untuk siswa SMK dan SMA Double Track yang tengah diinisiasi Pemprov Jawa Timur," ujar Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (30/07/19).

 

Menurut Khofifah, pemberian kompensasi itu sesuai dengan aturan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019. PP yang baru terbit bulan lalu tersebut mengatur tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan. 

 

"Kita menyambut baik keluarnya PP tersebut, DUDI yang bersedia menyelenggarakan praktik kerja, pemagangan, atau pembelajaran berbasis kompetensi tertentu dapat diberikan pengurangan atau insentif pajak super deduction penghasilan bruto," ujar Khofifah. 

 

"Besarnya pengurangan pajak itu paling tinggi 200 persen dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan atau pembelajaran," lanjutnya.

 

Mantan  Menteri Sosial di Kabinet Kerja juga mengatakan dengan adanya regulasi ini, pihaknya akan mendorong DUDI untuk memberikan fasilitas bagi sekolah SMA dan SMK di Jawa Timur. Khususnya untuk tiga sekolah di Jawa Timur yaitu SMK Negeri 4 Malang, SMK Negeri 11 Malang ,  SMK Negeri 5 Bojonegoro dan SMK Muhammadiyah 7 gondanglegi Malang  yang kini ditunjuk sebagai pilot project.

 

Masing-masing ditunjuk untuk kompetensi keahlian di bidang Ekonomi Digital, Animasi, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Pemboran Minyak dan Gas. Pemilihan tiga sekolah tersebut dikatakan Khofifah adalah hasil penunjukan pemerintah pusat tepatnya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 

 

"Jadi ada hasil pertemuan dan koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan sembilan provinsi pada hari Kamis (25/07/19) lalu, disepakati bahwa akan ada perjanjian kerja sama (MoU) secara bersama-sama untuk mendorong DUDI menjalin mitra kerja sama dengan 17 SMK di 9 provinsi itu dalam bentuk magang dan atau pembelajaran," jelasnya.

 

Karena itu Pemerintah Jawa Timur bertekat untuk mendorong dan memfasilitasi DUDI bersedia bermitra dan kerja sama, serta membantu SMK dan SMA yang ditunjuk sebagai pilot project tersebut. 

 

"Dengan memberikan fasilitas tersebut bagi para siswa, maka DUDI di Jawa Timur akan berkontribusi untuk ikut meningkatkan serapan tenaga kerja ketika siswa lulus dan mengurangi pengangguran," pungkasnya.

 

Ketua Umum Muslimat NU ini juga menegaskan pula untuk Jatim, meski hanya 3 SMK yang ditunjuk sebagai pilot project Nasional tersebut, pihaknya tetap akan mengembangkan MoU tersebut dengan SMK/SMA seluruh Jatim melalui program Doble Track.

 

Program kata Gubernur untuk memfasilitasi para lulusan SMA yang tidak dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dapat disiapkan tenaga kerja menengah yang siap pakai. 

 

Pembelajaran di SMA dengan focus pada penguatan di bidang Akdemis, akan ditambahkan dengan Pendidikan Vokasional di luar jam pelajaran. 

 

"Pola pembelajaran vokasional pada SMA pada dasarnya sama dengan yang dilakukan untuk SMK yaitu melalui kemitraan dan kerja sama antara DUDI dengan SMA yang ditunjuk sebagai pilot project SMA Double Track," jelasnya. (ari)

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive