Bayi kembar siam asal Kendari segera dioperasi RSU Dr Soetomo

August 3, 2019

 

Sby, MercuryFM - RSUD Dr Soetomo segera menangani operasi pemisahan bayi kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara.
 

Bayi kembar siam bernama Akila dan Azila itu, saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk persiapan operasi pemisahan.

Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Dr Joni Wahyuhadi mengatakan, pihaknya telah melakukan persetujuan bersama Pemprov Kendari dan juga Pemprov Jatim untuk menangani pasien bayi kembar siam.

"Langkah-langkahnya setelah ada agreement dengan segala konsekuensinya sudah sama-sama kita pahami, akan dilakukan mulai hari ini pemeriksaan dipimpin Dr Agus Hariyanto," kata Dr Joni Wahyuhadi di Ruang Direksi RSUD Dr Soetomo, Jumat (2/8/2019).

Joni menambahkan, pemeriksaan akan dimulai dari pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi.

"Mungkin dalam dua hari ini akan ada hasil, setelah semua pemeriksaan selesai nanti kita akan tentukan kapan operasi dan hasil pemeriksaannya," ujar Joni.

Joni mengatakan operasi kali diperkirakan akan menghabiskan biaya ratusan juta.

"Mengenai pembiayaan dan lain-lainnya administrasi, kita atasi belakangan yang penting kemanusiaannya dulu," ujar Joni.

Operasi pemisahan bayi kembar siam berumur 16 bulan, Akila dan Azila nantinya dilakukan 70 dokter RSUD Soetomo. Mereka tergabung dalam tim dokter bayi kembar siam yang dipimpin Dr Agus Harianto.

Dirut RSUD Dr Soetomo bersama Tim dokter kembar siam melakukan pertemuan MoU penanganan operasi bayi kembar siam bersama Pemerintah Kendari, perwakilan RSUD Kendari dan orang tua pasien.

"Ada 70 dokter dari RS Soetomo semua. Dokter yang boleh melakukan tindakan di sini ya yang punya Surat Izin Praktek (SIP) di RSUD Dr Soetomo," kata Dirut RSUD Dr Soetomo, Dr Joni Wahyuhadi di Ruang Direksi, Jumat (2/8/2019).

Bayi kembar siam Akila dan Azila mengalami dempet dada dan perut. Keduanya memiliki satu hati.

Menurut Joni, tim dokter terus melakukan analisis untuk menentukan keberhasilan operasi. Pihaknya juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi terhadap pasien bayi kembar siam.

"Kami menyiapkan semuanya dari segala macam bentuk kita upayakan sehingga pasien naik di meja operasi kita sudah mengerti diagnosanya. Dan ada agreement dari kedua belah pihak, orang tua," kata Joni. ( Alam.K) 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive