• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Pemprov Jatim diminta KPPU harus lebih siap Stabilkan harga cabai rawit tahun depan

August 3, 2019

 

Sby, MercuryFM - Persoalan kenaikna harga cabe rawit yang terjadi saat ini harus bisa diantisipasi untuk tahun mendatang. Pasalnya kenaikan harga cabai rawit hampir setoap tahun terulang. Dan Pemerintah Provinsi Jatim harus melakukan antisipasi itu.

 

"Data Pak Drajat (Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jawa Timur) memang menunjukkan years to years naik. Tahun lalu juga naik. Artinya pembelajaran tahun depan sudah harus di progres, minimal tiga buln sebelumnya harus muai langkah-langkah persiapan," ujar Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Jawa Timur Dendy R Sutrisno dikonfirmasi seelah melihat operasi pasar cabe rawit yang dilakukan Dinas Perindag Jatim dan Bulog Divre Jatim di pasar Wonokromo, Sabtu, (03/08/19).

 

Menurut Dendy, dirinya melihat harga cabai rawit yang melonjak periode Mei hingga Agustus selalu terjadi hampir setiap tahun. Data yang ada pada Juli 2018 silam harga cabai rawit tembus hingga Rp 50 ribu per kilogram di Pasar Wonokromo Surabaya. 

 

Karenanya, Dendy menyarankan setidaknya Mei begitu panen cabai rawit melimpah sudah dilakukan persiapan. Salah satunya dengan menyediakan cold storage atau ruang penyimpan beku untuk bisa melakukan manajemen suplai ke pasar pasca panen. Setidaknya tak terjadi punic buying ketika pasokan menipis. 

 

"Karena tanpa itu memang agak susah untuk kita. Bisa dilihat yang hari ini (operasi pasar) memang patut kita apresiasi, tapi itupun harga beli dari Bulog juga cukup tinggi.  Artinya kita butuh tempat penyimpanan ketika diperlukan hal seperti ini tidak membeli pada harga cukup tinggi," ungkap Dendy. 

 

Sejauh ini, adanya Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) milik Pemprov Jatim katanya, dinilai sudah sangat membantu memberikan informasi. Namun, tetap harus dilakukan penyempurnaan. seperti penambahan tentang data volume ketersediaan barang. 

 

"Pergerakan volume ini menjadi penting untuk melakukan kebijakan kedepan," tegasnya. 

 

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Noer Soetjipto mengatakan, sudah saatnya pemerintah mengambil kebijakan pengendalian harga untuk mengendalikan harga. 

 

"Pemerintah harus campur tangan, belum bisa di serahkan mekanisme pasar," kata Soetjipto. 

 

Politisi Partai Gerindra itu meminta Pemprov memikirkan langkah antisipasi yang tepat. Seperti mulai memikirkan melakukan pengolahan bubuk cabai. Sehingga ketika panen cabai menipis, permintaan tetap bisa terlayani. 

 

"saya meminta pemprov mulai memikirkan apabila produksi mulai menurun, disitu peran pemerintah ada. Kenapa saat cabai murah tidak dibuat cabai kering atau tepung cabai, dan restoran membutuhkan itu. Mereka jarang pakai cabai basah," pungkasnya. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive