Seragam gratis siswa baru SMK-SMA di Jatim semakin tidak jelas.

August 13, 2019

 

Sby,MercuryFM - Rencana Pemprov (Pemerintah Provinsi) akan merealisasikan seragam gratis untuk siswa baru SMA/SMK semakin tidak jelas. Bulan September 2019 janji Dinas Pendidikan akan merealisasikan dengan memberikan kain seragam gratis tersebut dipastikan berantakan. 

 

Pasalnya, Dinas Pendidikan Jatim baru saja memulai proses tender seragam sekolah yang bakal menguras uang rakyat sebesar Rp 130,58 miliar tersebut.

 

Berdasarkan pengumuman yang tertera di situs Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Jawa Timur pengadaan seragam dipecah dalam dua jenis. Walaupun jenis barang yang ditender sama. 

 

Seragam SMA Negeri dan Swasta nominal Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar  52.536.384.326,25 (baca 52 miliar rupiah lebih). Kemudian seragam SMK Negeri dan Swasta HPS sebesar Rp 78.046.135.701,06 (baca : 78 miliar rupiah lebih). Pengadaan seragam itu sendiri sama-sama menggunakan anggaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dengan nomer rekening 5.2.2.24.01, 5.2.2.14.03 dan nomer kegiatan 10133001 tahun 2019. 

 

Ironisnya, pengadaan semua seragam itu ternyata saat ini belum ada pemenang tender bahkan belum dikerjakan sama sekali. Karena nyatanya baru memasuki tahap Evaluasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga hingga tanggal 16 Agustus mendatang. 

 

Selanjutnya, masih ada tahap yang agak panjang sebelum seragam ini diproduksi. Yakni lebih dulu melalui tahap pembuktian kualifikasi 19 Agustus, penetapan pemenang 21 Agustus, surat penunjukan penyedia barang/jasa 29 Agustus baru kemudian penandatanganan kontrak 30 Agustus. 

 

Sumber di internal pemprov Jatim mengungkapkan, bahwa pengadaan seragam gratis untuk SMA dan SMK Negeri maupun Swasta di Jawa Timur ini tidak mungkin selesai bulan September 2019. 

 

“Tidak mungkin selesai September, Karena memang pengadaannya saja baru dimulai 19 Juli kemarin, jadi sangat terlambat sekali pengajuannya dari Dinas,” terang sumber itu, Selasa (13/8/2019).

 

Sementara itu, berdasarkan dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengadaan kain seragam SMA Negeri / Swasta disebutkan bahwa pengadaan ini bertujuan membantu meringankan sebagian beban orang tua siswa dalam menyediakan seragam sekolah. Meski faktanya tidak bisa direalisasikan tepat waktu sebelum para siswa kelas X pertama kali masuk sekolah pertengahan Juli 2019 lalu. 

Siswa pun akhirnya membeli seragam sendiri karena seragam gratis ini sempat dijanjikan selesai September 2019. 

 

“Pelaksanaan Pekerjaan (seragam gratis) 120 hari kalender terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak yang meliputi proses pengadaan, pengepakan, pengiriman dan serah terima barang,” urai panitia seperti tertera dalam dokumen KAK Seragam SMA yang ditandantangani Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pendidikan Jatim, Dra Anny Saulina.  

 

Pernyataan yang sama juga tertuang dalam dokumen KAK Seragam SMK yang diteken PPK Dinas Pendidikan Jatim Suhartono.  Jika menunggu 120 hari kerja sejak kontrak diteken, berarti seragam gratis itu baru bisa diterima siswa sekitar 30 November 2019 mendatang.

 

 

Melihat kondisi semacam ini, anggota Komisi E DPRD Jatim Agatha Retnosari mengaku geram dengan molornya Dinas Pendidikan menyelesaikan pengadaan seragam gratis SMA/SMK. 

 

Politisi PDI-P ini bahkan sempat meminta jika pengadaan kain seragam tak bisa diserahkan di tahun ajaran baru lebih baik dialihkan ke program lain yang manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak anak di Jatim. 

 

“Percuma, siswa baru sekarang sudah masuk sekolah tanpa bantuan seragam dari pemerintah dan terpaksa harus beli seragam sendiri,” sebutnya.   

 

Bahkan pihaknya meminta untuk anggaran tahum depan rencana ini di hapuskan saja karena telah mengecewakan masyarakat khususnya siswa yang sudah baru SMA/SMK.

 

"Tahun lalu ini terjadi. Tahun sekarang terjadi lagi. Ini apa apaan. Mending dana itu dilaihkan saja. Seperti pembangunan gedung sekolah SMA/SMK Negeri baru untuk mendukung sistem zonasi yang ramai kemarin. Sudah lah Dindik Jatim hentikan memberikan janji janji pada masyarakat terkait seragam gratis," pungkasnya.

 

Seperti diketahui, rencananya tahun 2019 ini setiap siswa SMA Negeri mendapatkan 1 stel kain seragam Putih Abu-abu dan 1 stell Pramuka ukuran 2 meter/siswa. Siswa SMA Swasta mendapatkan 1 stell Putih Abu-abu dan 1 stell Pramuka Dengan ukuran 1,5 meter / siswa. Untuk sekolah swasta per siswa mendapat selisih 0,5 meter lebih pendek dibanding sekolah negeri. 

 

Sedangkan untuk SMK Negeri dan Swasta tidak ada perbedaan panjang kain. Sama-sama setiap siswa mendapat kain 1,5 meter untuk baju Putih Abu-abu maupun Pramuka. (ari)

 

 

Berikut PAGU Pengadaan Seragam SMA/SMK Jatim 2019

 

SMA Negeri 108.157 siswa  Rp 32.014.472.000

SMA Swasta 70.358 siswa   Rp 20.825.140.000

 

SMK Negeri 111.155 Siswa  Rp 33.013.035.000

SMK Swasta 152.456 Siswa  Rp 45.279.432.000

 

Total   PAGU    Rp 131.132.079.000

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group