• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Giliran legislator Binti Rochmah jadi tahanan kasus Jasmas Pemkot Surabaya

August 16, 2019

 

Sby,MercuryFM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak akhirnya menahan legislator Kota Surabaya Binti Rochmah, setelah diperiksa sejak pukul 10.00 WIB.

Kejari kemudian menahan Binti ke Rutan Cabang Kelas 1 Surabaya di Kejati Jatim, Jumat (16/08/2019) petang.

Setelah menjawab 24 pertanyaan dari penyidik pidana khusus, status Binti Rochmah naik menjadi tersangka setelah sebelumnya dirinya hanya berstatus sebagai saksi dan dilakukan penahanan 20 hari ke depan tepat di hari ulang tahunnya yang ke-48 pada hari ini.

“Hari ini kami menahan saudari Binti Rochmah untuk dua puluh hari ke depan,” jelas Kajari Tanjung Perak Rachmat Supriady didampingi Kasi Pidsus Dimaz Atmadi dan Kasi Intelijen Lingga Nuarie.

Lanjut Supriady, bahwa peran Binti Rochmah sama dengan dua tersangka sebelumnya Sugito dan Darmawan.“Tersangka menerima pengajuan proposal dan mendapat fee dari Agus Setiawan Jong. Dia menerima 42 proposal,” tegas mantan penyidik KPK ini.

Dengan ditahannya Binti, maka masih ada tiga anggota dewan lagi yang menunggu untuk diperiksa mengingat panggilan yang dilayangkan hari ini tak dihadiri ketiganya.
Untuk itu, pihak Kejari berencana untuk melakukan panggilan ulang dan mengancam akan melakukan pencekalan jika ketiganya tidak mengindahkan panggilan Kejari.

“Kami lakukan panggilan ulang. Jika tidak hadir, maka akan ada upaya lain termasuk pencekalan dan lainnya,” jelas Supriady.

Supriady juga menjelaskan bahwa tersangka sempat mengajukan penangguhan penahanan tapi ditolak penyidik.

“Tadi ajukan penangguhan penahanan secara lisan dan tertulis tapi tidak kami kabulkan,” pungkas Supriady.

Terpisah, Sudiman Sidabuke, penasihat hukum Binti Rochmah saat pendampingan sebagai saksi kecewa dengan penyidikan kliennya.

“Ini tidak fair. Klien saya dipanggil sebagai saksi tiba-tiba disodori surat sebagai tersangka,” singkat Sudiman. 

Selain Binti, dua legislator yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini adalah anggota DPRD Kota Surabaya dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sugito dan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Aden Dharmawan.

Penyidik Kejari Tanjung Perak Surabaya, menurut Rachmat, juga mengantongi lebih dari dua alat bukti terhadap masing-masing ketiga legislator tersebut yang terindikasi telah menindaklanjuti proposal yang digalang Agus Setiawan Tjong untuk mendapatkan dana Jasmas Pemkot Surabaya tahun 2016 dengan menerima komisi.

Agus Setiawan Tjong dalam perkara ini mengoordinir sedikitnya 230 proposal dana Jasmas dari berbagai wilayah rukun tetangga se- Surabaya di tahun 2016. Di antaranya sebanyak 42 proposal dana Jasmas dicairkan Pemkot Surabaya melalui anggota dewan Binti Rochmah.

"Pencairan dana Jasmas untuk tiap proposal beragam, paling sedikit Rp50 juta. Setiap anggota dewan yang berhasil mencairkan dana Jasmas dari Pemkot Surabaya menerima komisi yang prosentasenya telah diatur oleh Agus Setiawan Tjong. Ini nanti akan kami buktikan di pengadilan," ucap Rachmat.

Penyidik Kejari Tanjung Perak Surabaya menghitung komisi dari pencairan dana Jasmas Pemkot Surabaya tahun 2016 yang diterima anggota DPRD Kota Surabaya dari ratusan proposal yang disodorkan Agus Setiawan Tjong telah merugikan negara senilai Rp5 miliar. 

Sementara itu masih ada legislator yang mangkir dari panggilan Kejari Tanjung Perak dalam kasus yang sama. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Ratih Retnowati, dan 2 anggota DPRD Kota Surabaya, Dini Rijanti dan Saiful Aidy.(Alam)
 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive