• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Komnas HAM: Kasus rasial Mahasiswa Papua harus diusut tuntas

August 26, 2019

 

Sby,MercuryFM - Komnas HAM RI meminta agar penegakan hukum terhadap kasus dugaan makian berbau rasial terhadap mahasiswa Papua yang berada di Asrama mahasiswa Papua Jalan Kalasan Surabaya, Jumat 16/08/2019 lalu dapat diselesaikan hingga tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Komisioner Komnas HAM RI Moh. Choirul Anam menjelaskan, dengan tersebarnya video yang di dalamnya terdapat penggunaan kata-kata hewan yang ditujukan kepada mahasiswa Papua merupakan sebuah pemicu untuk kasus ini menjadi masalah yang menyinggung hak asasi manusia.

"Kalau kita belajar secara konsep hak asasi manusia itu sudah terjadi tindakan rasial, bukan etnis tapi rasial," jelasnya saat ditemui dalam diskusi publik yang digelar Lembaga Bantuan Hukum Surabaya, Jalan Kidal Surabaya, Senin (26/08/2019).

Perlunya kasus ini untuk diusut tuntas menurutnya karena menggantikan identitas kemanusiaan dengan identitas hewan menjadi hal yang dapat memicu timbulnya peristiwa yang lebih mengerikan seperti kasus genosida.

"Secara kasat mata ketika kita melihat video itu orang juga bisa melihat bahwa itu ada pelanggaran dalam konteks rasial, jadi memang harus diusut secara utuh," urainya.

Diketahui, dalam video yang telah beredar luas, terdapat oknum dari TNI yang meneriaki mahasiswa yang sedang berada di dalam asrama dengan sebutan binatang.

Ia pun meminta Jaksa Agung membuat koneksitas dengan TNI terhadap kasus ini agar diletakkan sebagai ranah pidana umum agar nantinya proses peradilan berjalan secara transparan dan akuntabel. 

"Karena transparansi dan akuntabilitasnya tidak ada, ujungnya ya gejolak terus menerus, sehingga salah satu jawaban agar ini semua berjalan dengan baik ya akuntabilitas dan transparansi harus ada," katanya.

Selain itu, ia berharap presiden Joko Widodo memanfaatkan momen ini untuk menegakkan keadilan bagi masyarakat papua agar nantinya peristiwa serupa tidak merembet ke daerah lain dan semakin sensitif.

Selain itu, seluruh masyarakat juga harus berperan serta untuk menghapus stigma negatif dan adanya phobia terhadap masyarakat Papua yang berujung pada masalah rasial.

"Kasus ini penting untuk diletakkan sebagai sebuah kasus yang potensial menjawab rasa keadilannya masyarakat papua secara keseluruhan, tidak hanya persoalan ekonomi dan budaya tapi juga soal keadilan hukumnya," pungkasnya.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive