Ironis, Dinkes Jatim mengaku tidak tahu besaran anggaran untuk penanganan gizi buruk di Jatim

August 28, 2019

 

Sby,MercuryFM - Dituding rendah lakukan penyerapan anggaran khususnya anggaran untuk penanggulangan gizi buruk di Jatim, Dinas Kesehatan Jatim malah mengakui tidak tahu besaran anggaran untuk penanggulangan gizi buruk di Jatim.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, Dr dr Kohar Hari Santoso mengaku tidak tahu terkait anggaran yang dikhususkan untuk penanganan gizi buruk di Jatim dalam APBD Jatim 2019.

 

Ini cukup ironis mengingat program tersebut menjadi dambaan masyarakat khususnya di daerah yang selama ini memiliki masalah gizi rendah. Seperti di Sampang, Pamekasan, Bangkalan, Sumenep, Probolinggo, Bondowoso, Nganjuk, Lamongan dan Kediri. 

 

Ditambah lagi, sampai saat ini beberapa wilayah di Jawa Timur angka stunting (gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi) masih diatas 30 persen. Sebagaimana diketahui, bahwa penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir. 

 

"Angkanya (anggaran khusus untuk penanganan gizi buruk, red) saya ndak hapal ya," katanya Kohar kepala Dinas Kesehatan Jatim saat ditemui di Surabaya, Rabu (28/08/19). 

 

Namun Dr Kohar menjelaskan, terkait anggaran yang dikhususkan untuk penanganan gizi buruk memang pihaknya mengambil kebijakan untuk dialokasikan pada pemberian makanan tambahan. 

 

"Dan kita terus terang berhati-hati jangan sampai salah langkah. Dan memang ada data yang harus dikoreksi," dalihnya. 

 

Pihaknya justru hanya membuat komitmen yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah, baik kota maupun kabupaten di Jatim. Dimana, pencegahan agar tidak sampai ada kurang gizi. 

 

"Strategi kita adalah membuat komitmen kepada pimpinan daerah. Bagaimana pencegahan agar tidak sampai kurang gizi serta pembiayaan dialokasikan aktifitas itu tadi," pungkasnya.

 

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Daim mengungkapkan, anggaran perbaikan gizi masyarakat pada Dinas Kesehatan tahun 2019 baru terserap Rp 248 juta hingga Agustus 2019. Padahal alokasi anggarannya mencapai Rp 12,2 miliar. 

 

“Sekarang Sudah 8 bulan masa anggaran 2019 berjalan, tapi cuma terserap 2,03% saja, Ini sungguh sangat disayangkan,” keluh Suli Daim.

 

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan pada APBD murni 2019 mendapat alokasi dana sebesar RP 627,5 miliar. Karena kinerjanya kurang serius dalam hal kesehatan, maka pada Perubahan APBD 2019 ini, anggaran Dinkes Jatim menjadi Rp 598 miliar saja. Atau di turunkan sebesar Rp 29 miliar. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags

I'm busy working on my blog posts. Watch this space!

Please reload

Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group