Pendapatan Anggota DPRD Jatim bisa mencapai Rp 101 juta per bulan

September 3, 2019

 

Sby, MercuryFM – Anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 yang baru dilantik telah mendapatkan beberapa fasilitas yang cukup wah. Belum seminggu dilantik menjadi anggota DPRD Jatim 2019-2024, mereka akhirnya mendapatkan pendapatan yang luar biasa.   

 

Tidak tanggung tanggung mereka bulan pertama ini mendapatkan anggaran gaji yang cukup fantastik. Berdasarkan data yang diterima dari slip anggota DPRD Jatim, per bulan mereka menerima sekitar Rp 64.929.500.

 

Ini dari total pendapatam sebesar 71.000.000 per orang. Dipotong PPh 21, Iuran BPJS dan sebagainya, setiap anggota DPRD Jatim menerima bersih Rp 64.929.500 per bulan. 

 

Jumlah tersebut sudah termasuk Uang representasi, Tunjangan Jabatan, Banggar, Komisi, Keluarga, Beras, Tunjangan Perumahan, Tunjangan Komunikasi intensif dan Tunjangan Transportasi. 

 

“Iya betul, anggota Dewan baru sudah menerima gaji, ditransfer ke rekening masing-masing,” ujar sumber di lingkungan DPRD Jatim, Senin (2/9/2019).

 

Mantan Anggota DPRD Jatim 2009-2019, Fredy Purnomo kerika dikonfirmasi tidak menampik jika pendapatan DPRD Jatim sekitar jumlah tersebut. Namun lepas dari itu, ia menyebut wajar karena sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. 

 

“DPRD itu bukan pegawai, tapi penugasan. Sehingga ada honor  dan tunjangan sesuai pagu yang ditentukan Kemendagri bahwa Anggota DPRD Provinsi setara dengan pejabat eselon II,” urai mantan ketua Komisi A ini.

 

Pendapatan anggota dewan DPRD Jatim tersebut ternyata tidak hanya sampai disitu. Berdasarkan data yang didapat, kalau mereka nanti sudah masuk dalam alat kelengkapan dewan, mereka nanti akan memdapatkan tambahan lagi pendapatannya.

 

Berkaca pada anggota DPRD Jatim sebelumnya, dalam satu bulan setiap anggota DPRD Jatim minimal melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi sebanyak 3 kali dan kunjungan kerja ke dalam provinsi 3 kali. 

 

Pendapatan dari Kunjungan kerja ini cukup lumayan. Satu kali kunker ke luar provinsi, uang saku yang diterima satu anggota dewan mencapai Rp 3.000.000 dikalikan 3 hari yakni Rp 9.000.000.  Jika dikalikan tiga kalu kunker luar provinsi maka total Rp 27.000.000 take home pay. 

 

Sedangkan kunjungan kerja dalam provinsi take home pay yang diterima setiap anggota dewan sejumlah Rp 1.650.000 dikalikan 2 hari. Karena satu bulan ada 3 kali kunker dalam provinsi, maka anggota membawa pulang Rp 9.900.000.

 

Bila digabung secara keseluruhan, gaji tunjangan dan kunker, maka total pendapatan satu anggota DPRD Jatim mencapai Rp 101.000.000. Jumlah tersebut masih dalam taraf anggota biasa. Untuk pimpinan DPRD jumlahnya tentu lebih besar lagi.

 

Disinggung terkait pendapatan anggota DPRD sebesar itu, Fredy menyebut, indicator pendapatan sebesar itu baru bisa dilihat hasilnya jika indeks demokrasi Jawa Timur naik. 

 

Ia mengakui kelemahan DPRD, setiap public hearing atau kunjungan kerja, tidak diimbangi dengan keseriusan membuat laporan hasil tindak lanjut. Sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap rakyat. 

 

“Seharusnya, setiap kunjungan kerja ada hasil rekomendasi yang itu bisa dipublikasikan untuk umum dan menjadi masukan ke Pemprov Jatim untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar politisi asal Golkar ini. (ari)

 

*RINCIAN PENDAPATAN ANGGOTA DPRD JATIM Per BULAN*

 

*Gaji Pokok*

Gaji dan Tunjangan Jabatan Rp 6.704.500 

Tunjangan Perumahan  Rp 27.625.000

Tunjangan Komunikasi Intensif Rp 17.850.000

Tunjangan Transportasi Rp 12.750.000

*Rp 64.929.500*

 

*Tambahan :*

Kunjungan Kerja Dalam Provinsi Rp 9.900.000

Kunjungan Kerja Luar Provinsi Rp 27.000.000

*Grand Total  Rp 101.829.500*

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive