• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Pendapatan besar, anggota DPRD Jatim harus benar benar menjadi pejuang rakyat

September 4, 2019

 

Sby,MercuryFM - Pendapatan besar yang akan diterima oleh anggota DPRD Jatim 2019-2024, harus disikapi dengan kinerja yang memadai. Pengamat politik dari Univeritas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengatakan, tingginya gaji yang diterima anggota DPRD Jatim itu akan menggerus simpati publik, jika kinerja mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan. 

 

"Pendapatan yang besar ini harus dimaknai oleh anggota dewan untuk bisa memberikan yang terbaik pada masyarakat. Respek masyarakat yang masih memandang miring keberadaan anggota dewan harus dijawab dengan kinerja yang maksimal bagi mereka," ujarnya, Rabu (04/09/18).

 

Menurut Dekan FISIB UTM ini,  para anggota legislatif harus lebih berfikir demi kepentingan rakyat dan tidak mengedepankan ambisi pribadi, atau sekelompok orang saja.

 

"Mereka harus melampau level dr sekadar selfis utk diri mereka sendiri menjadi pejuang publik (filantroper publik) yg bersikap negarawan daripada bersikap menjadi politisi. Gaji sudah lebih dari cukup dan bergeraklah menjadi pejuang publik, politisi negarawan dan memikirkan kebutuhan publik ke depannya," jelasnya.

 

Kata Surokim, para anggota DPRD Jatim harus meresapi kehendak rakyat dan mulai menjaga jarak dari kemewahan, supaya kepercayaan dari rakyat terbangun. Apalagi, banyak anggota legislatif yang terjerat kasus korupsi, meski mereka menerima gaji tinggi.

 

"Meresapi rasa batin publik itu penting sehingga terjaga dari glamoritas dan kemewahan yg justru akan mengurangi respek dan membuat defisit trust publik kpd dewan legislator," tambah pria yang juga peneliti senior Surabaya Survey Centre (SSC).

 

"Akan jauh lebih produktif jika mereka lebih banyak memikirkan kebutuhan dan kepentingan publik daripada sekadar memikir gaji dan tunjangan yg menurut saya sdh lebih dari cukup," lanjutnya.

 

Seperti diketahui, anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 yang baru saja dilantik tidak cuma mendapat banyak fasilitas pribadi. Dari sisi pendapatan yang diterima juga cukup luar biasa. Bahkan, per tanggal 2 September 2019 ini, atau dua hari setelah dilantik 31 Agustus kemarin, 120 Anggota DPRD Jatim yang baru langsung menerima gaji.

 

Dari slip anggota DPRD Jatim, per bulan mereka menerima sekitar Rp 71.000.000 per orang. Namun setelah dipotong PPh 21, iuran BPJS dan sebagainya, setiap anggota DPRD Jatim menerima bersih Rp 64.929.500 per bulan. Jumlah tersebut sudah termasuk uang representasi, tunjangan jabatan, banggar, komisi, keluarga, beras, tunjangan perumahan, tunjangan komunikasi intensif dan tunjangan transportasi.

 

Bahkan pendapatannya bila di hitung dengan kunjungan kerja (kunker) ke luar Provinsi dan dalam Provinsi yang dalam itungan anggota dewan 2014-2019 rata rata 3 kali perbulan. 

 

Sehingga dengan tambahan hitungan mengikuti kunker ke luar Provinsi senilai 9 juta an perkunjungan dan kunker didalam Provinsi senilai 3 jutaan per anggota.

 

Dengan tambahan semacam itu maka pendapatan anggota DPRD Jatim dalam sebulan bisa mencapai sekitar 101 juta perbulan. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive