• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

DPRD Jatim minta program seragam gratis dievaluasi ulang

September 6, 2019

 

Sby,MercuryFM - Rencana Gubernur Jatim untuk memberikan kain seragam gratis terhadap siswa SMA-SMK Jatim tahun ajaran 2019-2020 akhirnya gagal total. Pasalnya, hingga saat ini, Pemprov Jatim melalui LPSE gagal mengumumkan peserta lelang pengadaan seragam gratis, sehingga anggaran yang sudah dialokasikan terancam tidak terserap.

 

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik dengan ID tender nomor 16387015 disebutkan bahwa pengadaan kain seragam SMA/SMK Negeri swasta dibatalkan dengan alasan tidak ada peserta tender yang lulus evaluasi.

 

Menyikapi kondisi seperti ini, DPRD Jawa Timur sangat menyesalkan kenapa hal ini sampai terjadi. DPRD meminta agar lelang pengadaan seragam gratis untuk siswa SMK/SMA dikaji ulang. 

 

"Kalau menurut saya ini harus dikaji ulang oleh Pemprov Jatim apakah program ini masih efektif atau tidak. Selain itu ada evaluasi terhadap proses lelang untuk tahun mendatang,” kata Kusnadi Ketua Sementara DPRD Jatim di gedung DPRD Jawa Timur, Jum'at (06/09/19).

 

Menurut Kusnadi, salah satu opsi atas gagalnya lelang yang diselenggarakan LPSE itu adalah dengan mengadakan penunjukan langsung. Program pengadaan seragam gratis itu pun nilainya harus dipecah, agar tidak menyalahi aturan yang berlaku.

 

"Bisa saja melakukan penunjukan langsung, tetapi Pemprov Jatim harus memberitahukan hal ini kepada Kemendagri dulu," tambahnya.

 

Kusnadi menjelaskan, dengan kondisi semacam ini, pihaknya memang tidak keberatan kalau memang program itu nantinya dialihkan kepada pembangunan sekolah, atau dalam bentuk bantuan lain. 

 

Akan tetapi, pelaksanaannya harus dilakukan pada tahun depan, dan harus dilakukan kajian yang mendalam. Agar nantinya, program yang sudah digagas itu bisa benar-benar diimplementasikan, dan Pemprov Jatim bisa mengatasi kendala di lapangan.

 

“Tapi kalau dialihkan peruntukannya tidak bisa semudah itu, bisa masuk penjara. Kalau anggaran tersebut tidak dipakai mending dikembalikan ke kas negara," pungkasnya.

 

 

Sementara itu anggota Fraksi Demokrat DPRD Jawa Timur Hartoyo mengatakan sebenarnya Juli 2019 diharapkan seragam itu sudah diterima oleh siswa. Namun menurutnya hal tersendat oleh tender. 

 

“Karena tender ini dikelola oleh pusat bukan Jatim. Kalau dikelola Jatim saya rasa mungkin sudah selesai,” katanya.

 

Hartoyo menambahkan dirinya sudah pernah menyarankan agar anggaran tersebut dibagikan lagi kepada siswa untuk keperluan lain. Karena banyak siswa yang sudah membeli seragam sendiri. 

 

“Sebenarnya tahun sebelumnya juga sempat mengalami keterlambatan pembagian seragam gratis. Maka dari itu kami berharap agar tahun depan hal ini tidak terulang kembali,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Hartoyo sangat setuju jika program ini batal dan dialihkan ke program lainnya. Menurutnya ini bisa mendukung program pendidikan gratis berkualitas (tistas) yang diusulkan Gubernur Jatim Khofifah. 

 

“Sehingga nantinya banyak anak-anak yang tidak putus sekolah,” pungkasnya.

 

Berdasarkan pengumuman yang tertera di situs LPSE Jatim sebelumnya pengadaan seragam dipecah dalam dua jenis. Padahal, jenis barang yang ditender sama. Seragam SMA Negeri dan Swasta nominal Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 52.536.384.326,25. Kemudian seragam SMK Negeri dan Swasta HPS sebesar Rp 78.046.135.701,06. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive