• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Puluhan anak SD dan SMP di Surabaya terjaring rasia miras, tawuran dan ngelem

September 10, 2019

 

Sby,MercuryFM - Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya mencatat jumlah anak di Surabaya yang terlibat sejumlah kasus kenakalan remaja. Selama 4 bulan terakhir diketahui kalau 19 anak yang duduk dibangku SD dan SMP terpapar kasus minuman keras. Sedangkan 11 anak lainnya berstatus putus sekolah. Sementara itu 5 anak SD dan SMP terlibat kasus tawuran, 8 lainnya putus sekolah. Tidak itu saja DP5A Kota Surabaya juga mencatat sebanyak 6 anak SD dan SMP diketahui kecanduan ngelem, 4 anak lainnya berstatus putus sekolah.

 

Selain itu kasus tawuran di Surabaya juga cukup memprihatinkan karena diketahui melibatkan 10 kelompok. Sedangkan 11 kelompok lainnya berasal dari Gresik.

 

Menyikapi kondisi ini, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengumpulkan sejumlah anak yang terjaring rasia itu berikut orang tua dan pendidik tempat anak-anak tersebut bersekolah, di rumah dinas walikota Senin 10/09/2019. 

 

Turut diundang pula anak-anak yang sudah berhasil dan ada pula pelajar tidak mampu yang mendapat beasiswa dari Pemkot Surabaya.

 

Walikota Surabaya Tri Rismaharini memberikan motivasi kepada anak-anak yang terjaring rasia itu dengan memberikan contoh anak-anak yang sudah berhasil.

 

“Makanya kita temukan dengan anak-anak yang berhasil dan sukses itu. Mereka ini juga berangkat dari keluarga yang tidak mampu lalu bisa berhasil. Ternyata, pertemuan dan contoh semacam ini sangat bermanfaat dan bisa membuat mereka bangkit, oh ternyata bisa ya meskipun anaknya orang tidak mampu,” katanya

 

Risma menjelaskan bahwa anak-anak yang dikumpulkan itu memang berasal dari anak-anak yang terjaring razia Satpol PP Surabaya. Bagi Wali Kota Risma, dia harus terus berusaha menyelamatkan anak-anak itu untuk sukses dan berhasil. 

 

Risma menambahkan, di usia anak-anak itu memang rasa keingin tahuannya sangat tinggi, sehingga dia ingin mencoba minum-minuman keras, ingin mencoba ngelem dan ingin mencoba tawuran supaya dianggap jagoan. Karenanya, anak-anak itu harus diberi tahu dan dibuat mengerti bahwa perbuatan tersebut tidak boleh dan berdampak tidak baik ke depannya. 

 

“Jadi, mari kita jaga anak-anak bersama-sama,” pungkasnya.(alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags