• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Gelar aksi, Mahasiswa Unair tolak revisi RUU KPK

September 13, 2019

 

Sby,MercuryFM - Setelah sebelumnya muncul aksi mahasiswa mendukung Revisi RUU KPK, hari ini puluhan mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar unjuk rasa di DPRD Jatim, Jumat (13/9/2019). Mendorong pemerintah pusat bersama DPR RI menghentikan revisi UU 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

 

Dalam aksi tersebut berbagai atribut berupa poster mereka bentangkan. Poster tersebut diantaranya bertuliskan, 'Jangan Kebiri KPK' lalu 'Berhenti Mengayomi Koruptor', dan 'Tolak Revisi UU KPK' serta 'KPK Dilemahkan Jokowi Kemana?'

 

Di orasinya mahasiswa menilai revisi terhadap UU tersebut merupakan upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dikhawatirkan, hal ini berpengaruh pada upaya pemberantasan korupsi. 

 

"Kami minta pemerintah bersama DPR bisa membatalkan revisi UU tersebut," kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unair, Agung Tri Putra. 

 

Pihaknya juga mendorong Presiden Joko Widodo untuk membuktikan komitmen pemberantasan korupsi. Di antaranya, dengan penguatan lembaga KPK melalui pembatalan revisi UU tersebut. 

 

Empat poin penolakan yang disampaikan Presiden Jokowi dinilai hanya isapan jempol saja. Mengingat, upaya revisi masih berlanjut. 

 

"Empat poin ditolak oleh Jokowi hanya sebuah bualan semata. Sebab, proses dari revisi undang-undang KPK masih berjalan dan menurut kami ini bullshit," katanya. 

 

Pihaknya menilai sikap yang dilakukan Presiden Jokowi tanpa pertimbangan matang. 

 

"Beliau terlalu tergesa-gesa untuk memutuskan," katanya. 

 

Pihaknya juga menyayangkan adanya pembentukan dewan pengawas KPK. 

 

"KPK adalah lembaga independen. Bagaimana lembaga independen bisa bekerja dengan adanya pengawas?," katanya. 

 

Untuk itu mereka mendesak Presiden Jokowi segera membuktikan janji kampanye dalam hal penguatan KPK melalui pembatalan RUU tersebut. 

 

"Bapak Jokowi jika hanya berbicara di depan media massa tanpa adanya tindakan konkret berarti menjadi penghianatan terhadap janji pemilihan yang kemarin. Dan dia telah menghianati kita semua," tegasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive