• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Jatim dan Jateng sepakat kelolah DAS Bengawan Solo secara bersama sama

September 15, 2019

 

Sby,MercuryFM - Pengelolahan Daerah aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo akan dilakukan bersama sama antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. 

 

Kesepakatan ini tercapai setelah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu di sela acara Halaqoh Kiai Santri tentang Pencegahan Terorisme yang digelar di Salatiga, Jawa Tengah. 

 

Dalam pembahasan yang dilakukan acara Halaqoh tersebut, baik Gubernur Khofifah dan Gubernur Ganjar sepakat untuk bekerja sama mengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. 

 

Keduanya akan melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi pencemaran sungai yang menurunkan kualitas  baku mutu air Sungai Bengawan Solo.

 

Kualitas  baku mutu air  penting untuk  ditingkatkan lantaran Sungai Bengawan Solo menjadi sumber air baku untuk air bersih masyarakat di sepanjang aliran sungai.

 

"Ini sempat kami bahas, baku mutu air Sungai Bengawan Solo sudah menurun drastis. Saya ingin relawan jogo kali kita turunkan untuk menyisir sepanjang DAS Bengawan Solo," kata Khofifah. 

 

Menurut Khofifah, permasalahan pencemaran Sungai Bengawan Solo sejauh ini terdeteksi terjadi di Jawa Tengah dan sejumlah tempat di Jawa Timur. Bahkan beberapa waktu lalu juga sempat ramai diberitakan pencemaran sungai di Blora.

 

"Pemprov Jateng akan buat kongres Sungai Bengawan Solo. Saat ini saya dengar sedang dilaksanakan lomba foto Sungai Bengawan Solo di Jateng. Di OPD Pemprov Jatim saya sampaikan bahwa saya ingin Pemprov Jatim membuat Festival Sungai. Intinya kita saling kerjasama menjaga Bengawan Solo," tegas Khofifah. 

 

Sepakat dengan Khofifah, Gubernur Ganjar Pranowo mengakui saat ini pencemaran air Sungai Bengawan Solo cukup berat. Dimana ada di banyak titik aliran Sungai Bengawan Solo menjadi tempat pembuangan limbah ke sungai tanpa diolah. 

 

"Permasalahan ini di Jateng ada, dan di Jatim juga ada. Bahkan kita kemarin menemukan ada pipa yang ditanam sampai di bawah sungai begitu. Sampai kita sebut pipa siluman untuk membuang limbah," kata Ganjar. 

 

Untuk itu, Ganjar mengatakan pertemuan dan pembahasan terkait masalah Bengawan Solo ini tengah intens dibahas antara keduanya. Kini Ganjar dan Pemprov Jawa Timur telah menyiapkan kongres sungai yang salah satu fokusnya adalah daerah aliran Sungai Bengawan Solo. 

 

"Kita akan adakan kongres sungai. Ini akan jadi momentum untuk kami bertemu agar bagaimana mengkoordinasikan DAS Sungai Bengawan Solo bisa kita tangani bersama-antara antara Jatim dan Jateng," tegas Ganjar.

 

Ganjar berharap, kerjasama antar pemerintah daerah ini bisa menghapus sekat-sekat dalam pengelolahan dan menjadikannya satu kesatuan.

 

"Konsep yang akan kita usung dalam kongres sungai nanti, one river one management and one plan. Yaitu satu sungai, satu pengelolaan dan satu perencanaan," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive