• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Ratusan Massa PMII Jatim gelar aksi minta KPK bersih dari kepentingan politik dan masa lalu

September 20, 2019

 

Sby,MercuryFM - Kecewa dengan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur mendatangi kantor DPRD Jawa Timur.

 

Koordinator lapangan aksi, Habib Mustofa dalam orasinya mengatakan bahwa diawal berdirinya KPK pada tahun 2002 di masa Presiden Megawati Soekarnoputri, lembaga anti rasuah itu dalam menjalankan tupoksinya menggunakan lima azas, yakni kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum dan proporsional.

 

"Jadi spirit berdirinya KPK itu sebagai jawaban atas ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan yang dikontrol oleh kepentingan politik orde baru selama 32 tahun berkuasa," kata Habib saat mengawali orasi di atas mobil komando di depan kantor DPRD Jatim, Jumat (20/2019).  

 

Ironisnya, setelah 17 tahun berjalan KPK dinilai publik sudah tercemar oleh politik kotor dan tidak lagi menjadi lembaga profesional, independen sehingga KPK mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. 

 

"Akibatnya, proses penegakan hukum yang dilakukan KPK menjadi tidak adil, tidak jujur bahkan terkesan tebang pilih atau penegakan menurut selera politik, seperti yang baru saja menimpa Menpora Imam Nahrawi, padahal bukti untuk menetapkan menjadi tersangka selama itu tidak pernah dipublis," tegasnya.

 

 

Sementara itu, Abdul Ghoni ketua PKC PMII Jatim menambahkan bahwa kesimpangsiuran pimpinan KPK memuncak karena saat ada tiga pimpinan KPK statemen menyerahkan mandat kepada presiden, yang secara otomatis anggota komisioner KPK berkurang dan tersisa tinggal dua orang.

 

Tragisnya, pada saat ada kekosongan anggota ini, KPK telah menjalankan dan menaikkan beberapa kasus. 

 

"Ini kejanggalan yang paripurna sehingga PKC PMII Jatim terpanggil untuk menjaga KPK dari penumpang gelap dari rongrongan kepentingan politik sebagai bentuk upaya spirit penyelamatan bangsa," kata Ghoni.

 

Pihaknya mendesak KPK harus bisa dan berani menuntaskan kasus-kasus besar yang mangkrak atau sengaja diabaikan padahal menjadi sorotan publik. Diantaranya, kasus Bank Century yang sudah 1,5 tahun paska pra peradilan PN Jaksel, KPK tak kunjung menetapkan tersangka baru.

 

Kemudian kasus BLBI, RS Sumberwaras, Garuda hingga E-KTP juga tak ada kejelasan untuk dituntaskan. Padahal pengakuan Setya Novanto sebagai terdakwa bilang belum semuanya diproses dari nama-nama elit politik yang pernah disebut di persidangan. 

 

Dalam aksi ini mereka ditemui dua anggota DPRD Jatim, Mathur Husairi dari Fraksi Keadilan Bintang Nurani dan Ashari dari Fraksi Nasdem.

 

Bahkan dua anggota tersebut langsung menemui mereka dan menaiki mobil komando yang digunakan untuk orasi guna memberikan tanggapan aksi yang dilakukan oleh massa PMII.

 

Baik Mathur dan Ashari didepan massa mengatakan akan menindaklanjuti tuntutan aksi PMII Jatim. Dan mereka juga sepakat perlu ada penyelamatan KPK dari kepentingan kepentingan masa lalu agar pemberantasan korupsi tidak tebang pilih dan dipenuhi kepentingan politik

 

Dalam aksi kali ini, PMII Jatim menuntut lima hal. Pertama, selesaikan kasus lama yang mangkrak. Kedua, jangan tebang pilih dalam menangani kasus korupsi. Ketiga, pimpinan KPK harus mundur. Keempat, KPK harus menjadi lembaga bersih, independen dan jujur. Kelima, tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. (ari)

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive