• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Kesulitan Listrik masyarakat kepulauan Maselembu datangi DPRD Jatim

September 23, 2019

 

Sby, MercuryFM - Belum semua masyarakat Jatim merasakan listrik. Ini tampak dengan keresahan masyarakat pulau Masalembu. Dimana sebanyak 25 ribu penduduk di pulau yang masuk Kabupaten Sumenep ini belum seluruhnya mendapatkan aliran listrik.

 

 

Keresahan masyarakat ini direalisasikan dengan kedatangan Asosiasi Masyarakat Masalembu Pelanggan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (AMMP-PLTD) Sumenep ke DPRD Jatim, senin (23/09/19), untuk meminta agar DPRD Jatim memperjuangkan nasib warga Masalembu untuk kebutuhan listrik.

 

Menurut Koordinator AMP-PLTD Hasan Basri, mengatakan selama ini pemenuhan listri di Masalembu menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) belum maksimal.

 

”Selama ini sering mengalami kerusakan. Yang imbasnya masyarakat dirugikan," ungkapnya.

 

Hasan mengatakan keberadaan layanan listrik yang memadai beroperasi selama 24 jam saat ini sangat diperlukan untuk kesejahteraan masyarakat Masalembu.

 

"Kondisi listrik di Masalembu telah mengganggu kesejahteraan masyarakat. Di bidang Pendidikan, layanan listrik yang sangat terbatas kapasitasnya telah membuat pelayanan Pendidikan di pulau Masalembu jauh tertinggal,” jelasnya.

 

Menanggapi hal ini anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim yang menemui mereka perwakilan masyarakat Masalembu, Kuswanto mengatakan kebutuhan listrik adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah.

 

“Jadi pemerintah wajib untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Bagaimana caranya pemerintah harus berusaha maksimal untuk pemenuhan listrik di Masalembu selama 24 jam,” ujarnya.

 

Kata Kuswanto, pihaknya berharap pemerintah memprioritaskan pemenuhan listrik diwilayah kepulauan tersebut.

 

”Perlu ada solusi bagaimana listrik disana bisa dipenuhi. Kalau menggunakan jaringan listrik yang digunakan jaringan Pembangkit Jawa Bali (PJB) tak bisa dipenuhi karena kondisinya dikepulauan. Perlu penggunaan energi surya yang bisa maksimal 24 jam untuk di Masalembu,” jelasnya.

 

Untuk pembiayaan, sambung Kuswanto, bisa menggunakan dana APBD 2019 atau menggunakan dana CSR perusahaan untuk membantu realisasi pemenuhan listrik di Masalembu. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive