Target eliminasi TBC 2030, RS Paru dan Balai Kesehatan Paru harus eksis

September 27, 2019

 

Sby,MercuryFM - Asosiasi Rumah Sakit dan Balai Kesehatan Paru Indonesia (ARSABAPI) menggelar kongres nasional dan seminar nasional 2019 di Empire Surabaya Jum'at 27/09/2019. Acara itu dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jatim Wahid Wahyudi, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI - Dirjen P2P dr. Anung Sugihantono, M.Kes. Kadinkes Jatim Kohar Hari Santoso, Ketua Umum Arsabapi dr. M. Ali Toha, MARS. dan Ketua perhimpunan Dokter Paru Indonesia Dr. dr Agus Susanto, Sp.P (K), Phd.

Dalam pidatonya Ketua Umum ARSABAPI dr. M. Ali Toha, MARS mengatakan, bahwa pemerintah sudah mencanangkan Eliminasi TBC di tahun 2030. ARSABAPI merasa tertantang untuk mencapai target tersebut. "TBC masih menjadi maslah serius. Untuk itu perlu kolaborasi dengan instansi pemerintah terutama daerah" ujarnya.

Yang lebih penting lagi kata Ali Toha adalah dukungan pemerintah akan eksistensi Rumah Sakit Paru dan Balai Kesehatan Paru. "Keberadaan Rumah Sakit Paru sangat penting. Dan dukungan agar Balai Kesehatan Paru tidak dialihkan ke Puskesmas juga tidak kalah penting" tegasnya.

Ali Toha juga menjelaskan kalau di tahun 2020 jumlah penderita TBC berhasil diturunkan sampai 90 persen. Sedangkan jumlah penderita TBC yang meninggal berhasil ditekan sampai 25 persen di tahun 2014. "2014 menjadi titik balik target eliminasi TBC 2030" tegas Ali.

Sementara itu Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso mengatakan, meski kasus TBC di Jatim tinggi Dinkes Jatim optimis tahun 2030 mencapai eliminasi TBC. Data menyebutkan, Jatim menduduki peringkat kedua nasional dan Indonesia peringkat ketiga di dunia. Untuk mempercepat eliminasi TBC, saat ini Dinkes Jatim bersama dengan beberapa Rumah Sakit Paru dan Balai Kesehatan yang bergerak di bidang paru di Jatim mengadakan Kongres ARSABAPI.

‘’Kami yakin Kongres ARSABAPI nantinya akan menghasilkan rumusan berupa langkah stategis dalam mengatasi masalah paru dan TBC di Jatim,’’ ujarnya disela-sela acara Kongres dan Seminar ARSABAPI 2019.

Kohar mengatakan, untuk mencapai eliminasi TBC 2030, Dinkes Jatim akan memaksimalkan program ‘Pergi Berdansa di Masa Senja’. Program tersebut akan melibatkan tenaga medis di berbagai tingkatan seperti perawat bersinergi bersama dengan bidan desa di masyarakat desa. Selain itu juga Dinkes akan bekerjasama dengan semua elemen masyarakat dan ormas keagamaan seperti Aisyah dan Muslimat. Kerjasama ini dilakukan sebagai sarana sosialisasi pencegahan dan penemuan kasus TBC di Jatim.

‘’Intinya kita tidak akan dapat menyelesaikan masalah TBC ini sendiri-sendiri perlu ada kerjasama dengan semua elemen masyarakat,’’ tegasnya.

Orang nomer wahid di lingkungan Dinkes Jatim ini berpesan kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap penyebaran dan penularan bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Menurutnya dengan menjaga kebersihan lingkungan (Tidak lembab dan menjaga air bersih, red) dan memperhatikan cahaya ruangan (Mendapatkan cahaya langsung dari sinar matahari, red), maka perkembangan Mycobacterium Tuberculosis tidak akan terjadi.(Alam)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive