• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Wakil ketua DPRD Jatim Anwar Sadat ingatkan ancaman ideologi transnasional

October 1, 2019

 

Sby,MercuryFM - Peringatan hari kesaktian Pancasila harus dipahami sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan bangsa hari ini yang tidak hanya  komunisme, tapi juga faham dan praktik neoliberalisme, serta ideologi transnasional.

 

Ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad usai menghadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Selasa (01/10/19).

 

Menurut Politisi Partai Gerindra ini, bahwa pelajaran yang bisa dipetik dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah bangsa yang tangguh dan kokoh menghadapi rongrongan baik gerakan maupun faham yang berusaha menghancurkan Bangsa Indonesia.

 

"Spirit sebagai bangsa yang tangguh harus ditanamkan kepada para generasi muda dan kaum milenial. Mengapa? Karena mereka hidup di zaman yang jauh jaraknya dengan peristiwa pemberontakan komunis di tahun 1965," katanya.

 

Di era modern ini, lanjut dia, ancaman terhadap kebangsaan lebih bervariasi lagi. Dimana, salah satu penyebabnya adalah globalisasi di semua sektor kehidupan. 

 

"Neoliberalisme tak kalah jahatnya. Praktik ekonomi yang kapitalistik dengan menyedot habis kekayaan alam bangsa kita, meninggalkan luka ketidakadilan yang dalam," jelasnya.

 

Ketidakadilan, kata Sadad, adalah bahaya laten yang telah terbukti meruntuhkan bangsa-bangsa besar di dunia. Di era modern ketidakadilan juga memporak-porandakan bangsa-bangsa di Eropa Timur. 

 

"Neoliberalisme bertentangan dengan Pasal 33 UUD Negara RI Tahun 1945," imbuhnya.

 

Kata pria yang juga Sekertaris DPD Partai Gerindra Jatim, ancaman rongrongan terhadap kebangsaan juga berasal dari ideologi transnasional yang diimpor dari asing. Ideologi yang diintrodusir kepada bangsa kita tanpa melalui melalui proses akulturasi yang panjang.

 

"Para penganjur ideologi itu tidak memiliki akar kesejarahan, tidak ada garis genealogi, dan tidak ber-DNA keindonesiaan," ulasnya.

 

Praktik dan faham seperti itu, lanjutnya potensial sebagai ancaman pada kebangsaan kita. Hari Kesaktian Pancasila adalah bentuk kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang tangguh dan kokoh.

 

"Saya hadir bersama Pak Kusnadi, Ketua DPRD Jatim, mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila  di Gedung Negara Grahadi, untuk meneguhkan hal itu," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive