• White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White Twitter Icon

© 2016 by Mercury Media Group

Atasi kebakaran Gunung Arjuno, Gubernur minta bantuan Water Bombing ke BNPB

October 14, 2019

 

Sby,MercuryFM - Atasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Arjuno, Pemprov Jawa Timur mengambil langkah cepat menangani masalah tersebut. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan pemadaman melalui udara (water bombing).

 

“Kami sudah mengirim surat dan kordinasi langsung dengan Kepala BNPB untuk meminta bantuan water bombing mengatasi karhutla di kawasan Gunung Arjuno mengingat area terdampak karhutla nya cukup curam. Insya Allah hari ini helikopter untuk water bombing yang sedang digunakan di Jawa Barat untuk memadamkan karhutla di Gunung Malabar, akan dikirim ke Jawa Timur” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (14/10/19).

 

Khofifah mengatakan, pemadaman karhutla melalui teknik water bombing ini sangat diperlukan mengingat medan yang cukup berat dan titik lokasi kebakaran hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih lima jam. Selain itu, cuaca juga kurang mendukung dimana angin bertiup sangat kencang.

 

“Pemadaman dengan cara manual sebenarnya sudah kami lakukan. Namun dengan ketinggian dan medan tebing curam 60 derajat ditambah angin kencang, sudah empat hari ini tidak membuahkan hasil. Untuk efektivitas serta efisiensi dan mencegah karhutla semakin meluas, teknik water bombing ini sangat mendesak kita perlukan,” tegasnya.

 

Upaya pemadaman karhutla di Gunung Arjuno  ini lanjut mantan Menteri Sosial ini, terus diupayakan mengingat wilayah ini merupakan kawasan konservasi yang berfungsi melindungi sistem penyangga kehidupan, pengawetan dan tempat tinggal keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. 

 

Akibat karhutla ini, beberapa tumbuhan dan satwa mulai terancam seperti Cemara Gunung, Pohon Manisrejo, Edelweis, Macan Tutul, Rusa serta Elang Jawa.

 

“Apalagi periode Agustus sampai dengan Oktober 2019 ini tercatat sudah 28 kali kasus kebakaran cukup parah. Bila tidak segera ditangani akan terjadi kerusakan pada ekosistem hutan pegunungan yang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor di musim penghujan yang sebentar lagi akan datang ini,” ungkap Khofifah.

 

Sementara itu kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Subhan Wahyudiono menambahkan ada tiga titik api yang membakar lereng Gunung Arjuno. Kobaran api ada di ketinggian 2400 mdpl dan saat ini mulai merembet keatas. 

 

"Petugas sangat sulit menjangkau titik api karena memang kemiringan lokasi lahan yang terbakar," jelasnya

 

Dikatakan Subhan, setiap harinya, luas wilayah yang terbakar terus bertambah karena hembusan angin yang cukup kencang di puncak gunung arjuno. 

 

"Saat ini, ada sekitar 40 relawan yang diterjunkan untuk menyekat lokasi yang terbakar, agar tidak merembet kebawah," pungkasnya. (ari)

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Anugerah Ariyadi De Facto Jabat Waketum Komisi B

January 16, 2018

1/1
Please reload

Recent Posts
Please reload

Archive
Please reload

Search By Tags